Menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) lebih rendah dari rekomendasi pabrikan pada sepeda motor memang masih memungkinkan. Namun, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada performa mesin hingga mempercepat kerusakan komponen jika dilakukan terus-menerus. Setiap sepeda motor memiliki kebutuhan RON yang berbeda. Standar tersebut dapat dilihat pada buku panduan pemilik dan telah ditentukan berdasarkan hasil pengujian serta karakteristik mesin. 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Victor Assani mengatakan, penggunaan BBM dengan RON lebih rendah akan langsung memengaruhi kinerja mesin. "Penggunaan BBM dengan RON yang lebih rendah dalam jangka pendek dapat kita rasakan langsung pada kinerjanya. Tenaga pada kendaraan akan terasa tidak pada performa terbaiknya seperti pada akselerasi dan power, atau kadang kita merasakan getaran yang tidak sewajarnya pada kemudi," kata Victor saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini. Ilustrasi BBM berkualitas dari Pertamina dengan Pertamax Series dan Dex Series. Menurut dia, kondisi tersebut terjadi karena sistem manajemen mesin akan menyesuaikan waktu pengapian ketika mendeteksi angka oktan yang tidak sesuai. Penyesuaian itu dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan, tetapi konsekuensinya performa mesin menurun dan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Selain itu, penggunaan BBM beroktan rendah juga dapat memicu gejala knocking atau mesin mengelitik. Kondisi tersebut terjadi akibat pembakaran yang berlangsung sebelum waktunya karena tekanan kompresi di ruang bakar. "Efek dari ini semua adalah terjadinya gesekan atau benturan antara piston dengan dinding silinder secara kasar. Muara dari ini adalah timbulnya suara mengelitik pada mesin atau dalam bahasa kerennya adalah knocking," ucap Victor. Apabila kondisi tersebut terus berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang, risiko kerusakan komponen mesin akan meningkat. Victor menyebut dinding silinder bisa tergores, piston menjadi lebih rapuh, ring piston lebih cepat aus, hingga katup dan cylinder head menerima tekanan berlebih. "Ujungnya, kita akan menanggung beban kerusakan termasuk risiko pergantian komponen yang bisa dikatakan cukup banyak dan akumulasinya mahal," kata dia. Karena itu, Victor menyarankan pengguna sepeda motor tetap menggunakan BBM dengan nilai RON sesuai rekomendasi pabrikan. Menurutnya, penghematan biaya lebih baik dilakukan dengan menerapkan gaya berkendara yang efisien, memilih rute perjalanan yang efektif, dan mengurangi penggunaan motor untuk perjalanan yang tidak mendesak.