Dari banyaknya jenis kecelakaan lalu lintas di jalan tol, tabrakan beruntun merupakan salah satu insiden yang kerap ditemui. Hal ini mendatangkan sejumlah pertanyaan, dan yang paling populer adalah soal penyebab atau faktor yang membuat tabrakan beruntun kerap terjadi. Human Error Bicara soal faktor utama, seperti yang sebelumnya pernah dibahas, penyebab utama tabrakan beruntun didominasi human error. Hal ini sudah pernah diutarakan Jusri Pulubuhu, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). "Perlu diingat, setiap kecelakaan beruntun pastinya terjadi perbedaan tingkat kecepatan antara satu kendaraan dengan kendaraan lain di belakangnya," ujar Jusri beberapa waktu lalu kepada Kompas.com. Sejumlah kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di KM 92 Tol Cipularang dievakuasi di Kantor PJR Tol Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (11/11/2024). Petugas Kepolisian mencatat sebanyak 17 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di KM 92 Jalan Tol Cipularang yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, empat luka berat serta 23 orang luka ringan. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa. Faktor ketidaksiapan pengendara di belakang bisa disebabkan banyak hal, paling utama akibat gagal atau tak mampu menjaga jarak aman. Dari keterangan resmi Auto2000, dijabarkan ada beberapa hal yang menjadi pemicu tabrakan beruntun. Sebagian besar berkaitan dengan kesalahan pengemudi atau human error, sementara lainnya berkaitan dengan kondisi kendaraan. 8 Pemicu Tabrakan Beruntun Menjadi Lane Hogger: Lane hogger adalah pengemudi yang tidak memperhatikan kecepatan mobil dan melaju pelan di lajur cepat. Mereka melihat lajur kanan yang kosong sehingga tidak mau menggunakan lajur tengah atau kiri. Malas Jaga Jarak: Hal ini merupakan tindakan yang berbahaya, khususnya saat melaju dengan kecepatan tinggi. Begitu terjadi situasi darurat, pengemudi akan kesulitan melakukan pengereman mendadak meskipun mobil telah dilengkapi fitur keselamatan canggih. Hal ini juga bisa disebabkan oleh "ego" pengemudi saat memacu mobilnya. Ilustrasi jalan tol. Ngebut di Bahu Jalan Tol: Ada kendaraan dalam situasi darurat yang justru ditabrak dari belakang oleh pengendara yang melaju kencang di bahu jalan. Bisa juga terjadi ketika pengendara di lajur utama menghindari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan. Mengalihkan Perhatian: Mengalihkan perhatian saat bermain ponsel membuat pengendara kurang memperhatikan mobil di depan ketika mengurangi kecepatan. Kondisi ini berpotensi membuat pengendara terlambat melakukan pengereman dan menyebabkan tabrakan beruntun. Mobil juga bisa berpindah lajur atau berkurang kecepatannya tanpa disadari, padahal dari belakang ada kendaraan lain. Mengantuk: Meski hanya mengantuk sepersekian detik, mobil dapat berpindah lajur atau berkurang kecepatannya secara tiba-tiba. Kondisi ini tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun. Asal Pindah Lajur: Memaksakan diri pindah lajur, terutama ke lajur cepat, padahal ada mobil lain dari belakang, bisa memicu tabrakan beruntun. Ada kasus pengemudi tidak mengecek spion atau menyalakan lampu sein ketika berpindah lajur. Langgar Aturan Lalu Lintas: Pelanggaran aturan lalu lintas, seperti mengabaikan rambu batas kecepatan atau rambu lainnya, dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Termasuk marka jalan, seperti garis lurus yang berarti pengemudi tidak boleh berpindah lajur. Banyak pengendara masih melanggarnya saat mengemudi. Impresi berkendara Hyptec HT Lampu Tidak Berfungsi: Lampu mobil menjadi komponen penting saat berkendara. Ketika ada lampu yang tidak berfungsi, hal ini dapat memicu kecelakaan, termasuk tabrakan beruntun. Salah satu contohnya adalah lampu rem, sehingga mobil di belakang tidak mendapat informasi bahwa mobil di depannya sedang melakukan pengereman. “Tabrakan beruntun kerap terjadi lantaran pengguna kendaraan tidak patuh aturan lalu lintas seperti menjadi lane hogger, mengemudi di kecepatan yang tidak sesuai, tidak menjaga jarak aman, dan mengemudi di bahu jalan. Pastikan mobil dalam kondisi prima supaya dapat mencegah kecelakaan dengan servis berkala di bengkel Auto2000,” ujar Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.