Kerikil yang terselip di sela-sela tapak ban mobil cukup sering terjadi, terutama setelah melintasi jalan berbatu, area proyek, atau permukaan jalan yang tidak rata. Namun, Kondisi ini kerap dianggap sepele karena tidak langsung menimbulkan gejala pada kendaraan. Padahal, jika dibiarkan benda kecil tersebut bisa merusak ban kendaraan secara perlahan. Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, mengatakan secara teori, kerikil memang memiliki peluang untuk menembus lapisan luar ban. Namun, kemungkinan kerikil menyebabkan ban langsung bocor sebenarnya sangat kecil. “Kerikil memang bisa menembus karet, namun sulit bisa sampai menembus sabuk baja (steel belt), yang bisa menyebabkan angin kurang atau kempes,” ujar Fisa saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Kondisi Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, berdebu, Senin (21/10/2024). Ban mobil modern dirancang dengan struktur berlapis. Di balik lapisan karet tapak ban, terdapat sabuk baja atau steel belt yang berfungsi memperkuat ban sekaligus menjaga kestabilan bentuk saat kendaraan melaju. Lapisan inilah yang menjadi pengaman utama dari kebocoran. Kerikil kecil yang terjepit di tapak ban umumnya hanya meninggalkan bekas atau tersangkut sementara, lalu terlepas dengan sendirinya saat mobil terus berjalan. Sementara itu, Fachrul Rozi, Customer Engineering Support Michelin Indonesia, mengatakan bahwa kerikil yang tertinggal di sela-sela tapak ban dapat menyebabkan tekanan yang tidak merata pada permukaan ban saat digunakan. "Kerikil yang tersangkut dapat memengaruhi keseimbangan ban, berpotensi merusak struktur tapak, bahkan memperbesar risiko ban mengalami kerusakan seperti sobek atau bocor," kata Rozi kepada Kompas.com. Selain itu, gesekan antara kerikil dan tapak ban juga bisa meningkatkan suhu ban, terutama saat berkendara dalam jarak jauh. Suhu yang meningkat ini dapat mempercepat keausan karet ban dan mengurangi daya cengkeram, khususnya saat melintasi jalan basah. Untuk itu, pengendara tetap perlu waspada. Kerikil yang tajam dan terjepit dalam waktu lama berpotensi merusak karet ban secara perlahan, terlebih jika kondisi ban sudah aus atau tekanan angin tidak sesuai rekomendasi. Pemilik mobil juga disarankan untuk rutin memeriksa kondisi ban, terutama setelah melewati jalan berbatu, proyek konstruksi, atau medan yang tidak rata. Pemeriksaan visual sederhana dapat membantu mendeteksi benda asing yang menempel di tapak ban sebelum menimbulkan masalah lebih serius. Dengan kondisi ban yang terawat dan tekanan angin yang tepat, risiko ban bocor akibat kerikil di jalan bisa diminimalkan, sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang