Insiden tabrakan beruntun mewarnai jalannya Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru. Video amatir yang beredar memperlihatkan sejumlah pembalap masih melaju kencang meski bendera kuning telah dikibarkan di tikungan, hingga akhirnya menabrak motor lain yang lebih dulu terjatuh. Ketua Pelaksana kejuaraan, Torang Rinaldy, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Kompas.com. Terjadi Menjelang Akhir Lomba Insiden bermula ketika salah satu pebalap pemula terjatuh di tikungan tersebut. Sejumlah pembalap lain yang melaju di belakangnya tidak sempat menghindar dan ikut jatuh serta bertabrakan, hingga terjadi tabrakan beruntun. Insiden ini terjadi saat lomba memasuki lap keenam dari total delapan lap yang dijadwalkan, tak lama sebelum balapan usai. "Udah mau beres," kata Torang kepada Kompas.com, Senin (24/8/2026). Empat pebalap dilaporkan terlibat dalam tabrakan beruntun tersebut. Torang menjelaskan, salah satu yang ikut tertabrak dalam insiden ini adalah seorang juru foto yang tiba-tiba berada di tengah trek saat kejadian berlangsung. Torang menegaskan, penyebab pembalap pertama terjatuh bukan karena kondisi lintasan. Ia menyebut tim panitia sudah mengecek dan memastikan tidak ada tumpahan oli di titik kejadian. Menurutnya, pembalap yang jatuh merupakan peserta pemula yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan ini, sehingga diduga sempat terkejut saat menghadapi situasi di lintasan. "Mungkin terkejut," kata Torang. Juru Foto Tiba-tiba Berada di Tengah Trek Salah satu sorotan dari insiden ini adalah keberadaan seorang juru foto yang tiba-tiba berada di tengah trek saat tabrakan beruntun terjadi, sehingga ia pun ikut tertabrak. Torang menjelaskan, juru foto tersebut tidak mengantongi ID card resmi dan berada di posisi yang semestinya tidak diperbolehkan untuk ditempati siapa pun selama balapan berlangsung. Ia mengaku sudah lebih dulu mengingatkan agar juru foto tidak mengambil posisi di tengah lintasan, dan bahkan petugas panitia sekalipun tidak diperbolehkan berada di area trek saat lomba berjalan. "Juru foto kita sudah bilang, jangan di tengah. Orang trek saja tidak boleh selama balapan berjalan," kata Torang. Ia mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana juru foto tersebut bisa berada di titik berbahaya itu, mengingat petugas keamanan sempat mengusirnya lebih awal karena posisinya dinilai sangat berisiko. "Saya tidak tahu kenapa orang itu bisa ada di sana. Dia juga tidak punya id card. Pengamanan awal sudah saya usir, karena sangat berbahaya," ujar Torang. Ia menegaskan, sebelum setiap sesi balapan dimulai, panitia selalu melakukan pengecekan ulang di lintasan untuk memastikan tidak ada pihak yang berada di zona berbahaya. Tidak Ada Korban Jiwa Torang memastikan seluruh pembalap dan petugas yang terlibat dalam insiden tersebut dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa. Ia menambahkan, aspek keselamatan selalu menjadi materi utama yang disampaikan panitia dalam setiap sesi pengarahan (briefing) sebelum lomba digelar.