JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi akibat keputusan sepersekian detik yang dianggap aman oleh pengendara. Sebut saja kejadian tabrakan antara motor gede (moge) dengan Yamaha Jupiter di Kulon Progo belum lama ini. Kondisinya moge mau menyalip mobil lalu di depan ada pengendara Jupiter yang masuk ke jalan utama. Sepeda motor Yamaha Fiz-R tergeletak di kolong sebuah bus usai kecelakaan yang terjadi di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Minggu (18/1/2026) Head of Safety Riding Promotion Agus Sani mengatakan, dari sisi pengendara moge, kecelakaan terjadi saat proses mendahului kendaraan lain. Insiden saat menyalip menjadi salah satu penyebab kecelakaan sepeda motor yang paling sering terjadi. “Ini biasanya dikarenakan kecerobohan pengendara dalam melakukan proses mendahului kendaraan lain sehingga terjadi kecelakaan,” ujar Agus kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026). Ia menilai pengendara kurang memperhitungkan kondisi lalu lintas dan situasi di depan saat mengambil keputusan menyalip. Dari sisi pengendara Jupiter, Agus menyebut tindakan menyeberang atau masuk ke jalan utama juga termasuk kelalaian. Pengendara dinilai memaksakan diri karena merasa kondisi masih aman, padahal kendaraan lain masih melaju di jalur utama. “Kalau saja semua pengendara bisa lebih bersabar, kejadian seperti ini bisa dihindari. Pengendara moge bisa menunggu momen aman untuk mendahului, sementara pengendara yang menyebrang menunggu sampai situasi benar-benar aman,” kata dia. Agus menambahkan, banyak kecelakaan berawal dari kebiasaan berkendara yang selama ini terasa aman. Padahal, risiko kecelakaan tidak pernah bisa diprediksi kapan akan terjadi. “Jangan membiasakan kebiasaan yang ‘aman-aman saja’, tetapi mulai membiasakan keselamatan dengan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian saat berkendara,” ujar Agus. Ia menegaskan, kesabaran dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menekan potensi kecelakaan di jalan raya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang