Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, kembali mengalami kecelakaan pada sesi tes pramusim di Buriram, Thailand, akhir pekan lalu. Sebelumnya, Sabtu (21/2/2026), Marquez mengalami dua kali kecelakaan. Sehari setelahnya, pada Minggu (22/2/2026), pebalap asal Spanyol itu mengalami kecelakaan ketiga karena faktor kurang konsentrasi. Insiden tersebut dialaminya saat menjalani simulasi balapan di Tikungan 3. Pebalap tim pabrikan Ducati itu sebenarnya tengah menjalankan program long run sebagai bagian dari persiapan akhir menjelang seri pembuka musim 2026 yang akan digelar akhir pekan ini. Namun, rencana tersebut harus dihentikan lebih cepat setelah ia terjatuh. Usai insiden, Marquez langsung menuju pusat medis untuk menjalani pemeriksaan. Beruntung, ia dinyatakan tidak mengalami cedera serius dan bisa kembali ke paddock. Meski begitu, ia memutuskan untuk mengakhiri hari terakhir tes lebih awal. Pebalap berusia 33 tahun tersebut mengungkapkan, sepanjang akhir pekan ia tidak berada dalam kondisi fisik terbaik karena mengalami gangguan lambung. Kondisi itu disebut cukup memengaruhi performanya, terutama dalam menjaga fokus saat berada di atas motor. Marc Marquez kecelakaan saat tes pramusim di Thailand “Rencananya adalah melakukan long run dan menyelesaikannya. Tapi saya terjatuh saat long run, jadi saya menyelesaikannya lebih cepat,” ujar Marquez, dikutip dari Crash, Minggu (22/2/2026). Ia menilai hasil tes secara keseluruhan tidak buruk. Hanya saja, secara fisik ia merasa belum berada di level maksimal. “Pengujian tidak buruk. Rasanya memang tidak pernah cukup karena saya masih merasa ada ruang dalam kondisi fisik saya. Namun, kami melakukan banyak putaran kemarin dan pagi ini,” kata dia. Menurut Marquez, kombinasi antara kelelahan dan kondisi tubuh yang belum pulih sepenuhnya membuat konsentrasinya sedikit menurun pada sesi sore. “Mungkin sore ini saya juga terlalu lelah untuk melakukan long run, dan jujur saja, kecelakaan itu sedikit karena kurang konsentrasi, karena seperti kemarin saya punya masalah dengan perut. Hari ini jauh lebih baik, tetapi tubuh belum kembali dengan baik,” ujarnya. Meski tiga kali terjatuh sepanjang tes di Buriram, Marquez tetap merasa puas dengan progres yang diraih. Ia menegaskan, perasaannya dengan motor terutama pada sesi pagi sangat positif. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengendarai motornya dalam sesi Practice MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3 Oktober 2025. (Foto oleh SONNY TUMBELAKA / AFP) “Tapi saya sangat senang karena feeling dengan motor bagus sepanjang pagi, dan saya berkendara dengan cara yang baik. Semua tiga kecelakaan yang saya alami akhir pekan ini karena kurang konsentrasi,” kata dia. Ia menjelaskan, ketika konsentrasi menurun, instingnya untuk tetap melaju cepat justru bisa menjadi bumerang. “Tentu saja, ketika konsentrasi berkurang, Anda melewati batas. Masalahnya saya punya insting untuk cepat, dan ketika saya sepenuhnya fokus, saya bisa mengendalikannya. Kalau tidak, kecepatan bukan sesuatu yang bisa dikontrol,” ujar Marquez. Sebelum insiden terjadi, catatan waktu dan konsistensi Marquez dalam simulasi balapan terbilang kompetitif. Hal itu menjadi sinyal positif bahwa adaptasinya bersama Ducati semakin solid menjelang musim baru. Secara umum, performa Ducati dengan motor GP26 pada tahap pramusim kali ini terlihat lebih menjanjikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Marquez pun mengaku sudah mantap dengan spesifikasi motor yang akan dipakai untuk memulai musim. “Saya 100 persen yakin dan jelas tentang apa yang saya butuhkan sekarang dan bagaimana kami akan memulai,” kata dia. Musim pembuka 2026 akan digelar pada akhir pekan ini di Sirkuit Buriram, Thailand. Rangkaian balapan akan dimulai sejak Jumat (27/2/2026), dilanjutkan dengan sesi Sprint Race dan balapan utama pada Minggu (1/3/2026). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang