Sistem satu arah atau one way menjadi salah satu rekayasa lalu lintas yang kerap diterapkan aparat kepolisian di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, saat volume kendaraan meningkat drastis, terutama pada momen libur panjang. Dalam kondisi ini, sepeda motor umumnya masih diperbolehkan melintas di sisi jalan meski arus kendaraan roda empat diberlakukan satu arah. Namun, kelonggaran tersebut bukan berarti pengendara motor bebas melaju tanpa memperhatikan risiko di sekitarnya. Tetap Ikuti Arahan Petugas Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani, mengatakan pengendara motor tetap wajib mematuhi arahan petugas kepolisian yang mengatur arus lalu lintas di lapangan saat sistem buka-tutup maupun one way diberlakukan. Arus lalu lintas di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor siang ini sedang diberlakukan one way arah Jakarta, Jumat (15/5/2026). "Walaupun motor masih diperbolehkan melintas di sisi jalan, jangan diartikan kita bebas menerobos, tetap kurangi kecepatan, jangan memaksakan masuk ke celah sempit," ujar Agus. Ia menambahkan, pengendara juga perlu mewaspadai kendaraan dari arah berlawanan maupun kendaraan lain yang tiba-tiba berpindah jalur di tengah kepadatan. Fokus Pandangan ke Depan Menurut Agus, konsentrasi pengendara motor harus tetap terjaga sepanjang melintasi jalur one way. Pandangan ke depan perlu difokuskan agar potensi bahaya bisa segera diantisipasi. "Fokus pandangan ke depan agar bisa segera antisipasi setiap potensi bahaya di depan, jadi jangan karena motor bisa lewat, akhirnya kita mengambil risiko," kata dia. Ia juga mengimbau pengendara untuk selalu mengikuti arahan petugas apabila diminta berhenti, bukan malah memaksakan diri untuk terus melaju. Ruang Gerak Motor Jadi Terbatas Agus menjelaskan, meski motor diperbolehkan melintas saat one way diberlakukan, risiko kecelakaan tetap mengintai. Bahaya utamanya adalah ruang gerak motor yang menjadi lebih terbatas karena pengendara berpotensi berhadapan langsung dengan kendaraan dari arah berlawanan. Iring-iringan kendaraan polisi saat dimulainya proses one way menuju Jakarta di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/5/2026). Selain itu, pengendara motor juga berisiko tersenggol kendaraan yang berpindah jalur secara mendadak, atau terjebak di celah sempit lantaran pengemudi mobil belum tentu menyadari keberadaan motor di sekitarnya. Tikungan dan Kontur Jalan Perbesar Risiko Risiko tersebut menurut Agus makin besar mengingat karakteristik jalur Puncak yang didominasi tikungan serta kontur jalan naik-turun. Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara menjadi lebih terbatas dibandingkan jalan yang relatif datar dan lurus. Karena itu, Agus kembali menegaskan pentingnya kesabaran dan kedisiplinan mengikuti pengaturan lalu lintas dari petugas di lapangan agar perjalanan menuju maupun dari kawasan Puncak tetap berlangsung aman.