Hujan dan genangan air di jalan bukan sekadar membuat permukaan jalan licin. Pada kondisi tertentu, ban mobil bisa kehilangan kontak dengan permukaan aspal akibat lapisan air. Kondisi tersebut dikenal sebagai aquaplaning. Jika terjadi, maka kemampuan pengemudi untuk mengendalikan arah kendaraan bisa berkurang drastis. Hal itu yang diduga menjadi salah satu faktor dalam kecelakaan Porsche bernomor polisi B 1842 BAE yang terperosok ke saluran air di Tol Desari, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/9/2026). Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.45 WIB di KM 4+200 B Tol Desari. Saat itu, Porsche yang dikemudikan Nakula Akbari Ishimine melaju di lajur tiga dari arah Sawangan menuju Antasari. "Diduga adanya genangan air, kemudian pengemudi out of control," kata Reiki, mengutip , Minggu (20/9/2026). Kendaraan kemudian oleng dan pengemudi membanting setir ke kiri. Porsche lalu menabrak guardrail atau pembatas jalan. Benturan tersebut membuat kendaraan keluar dari badan jalan hingga akhirnya terperosok ke saluran air di sisi tol. Aquaplaning merupakan risiko yang mengintai pengendara saat berkendara di musim hujan. Kecepatan Tinggi Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa genangan air perlu diwaspadai pengemudi, terlebih ketika hujan deras. Tak sedikit orang mengira aquaplaning hanya terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Padahal, kondisi tersebut bisa muncul pada kecepatan relatif rendah, tergantung kondisi ban dan permukaan jalan. Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan aquaplaning bahkan dapat terjadi pada kecepatan di bawah 80 km per jam (kpj). Kondisi aquaplaning kerap tidak disadari pengemudi, terutama saat hujan deras atau jalan tergenang air. "Padahal, pada kecepatan 60 kpj pun bisa terjadi, terutama jika kondisi ban tekanannya terlalu tinggi atau bannya sudah gundul," kata Jusri. Artinya, kecepatan kendaraan bukan satu-satunya faktor yang menentukan terjadinya aquaplaning. Kondisi ban juga memiliki peran penting. Ban yang sudah gundul akan memiliki kemampuan yang lebih rendah dalam membuang air dari permukaan kontak ban dengan aspal. Begitu pula tekanan ban yang terlalu tinggi, yang menurut Jusri dapat meningkatkan risiko aquaplaning. Ilustrasi ban mobil sudah aus