Toyota Rangga yang dikenal sebagai kendaraan niaga ringan diubah menjadi mobil bergaya sport utility vehicle (SUV) dengan tampilan terinspirasi Toyota FJ Cruiser. Modifikasi ini memadukan basis Rangga dengan sejumlah elemen desain Land Cruiser lawas. Proyek modifikasi tersebut dikerjakan oleh Anggi, modifikator asal Yogyakarta. Ia mengubah Toyota Rangga Diesel berjenis pikap menjadi kendaraan bergaya SUV dengan atap kanvas atau soft top. Anggi mengatakan, proses pengerjaan mobil ini dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 35 hari tanpa henti. Karena mengejar waktu, sejumlah bagian masih perlu dirapikan dan disempurnakan. "Ceritanya ingin saja sih. Bahannya kan Hilux Rangga pikap kita buat hampir kayak FJ kayak gini pakai soft top. Cuma sebenarnya ini belum sempurna karena kita ngejarnya proyek ini tuh 35 hari non-stop," kata Anggi kepada Kompas.com, di BSD, Tangerang, Jumat (9/10/2026). Secara konsep, modifikasi ini menggabungkan Toyota Rangga dengan desain Toyota FJ Cruiser, terutama dari generasi Land Cruiser lawas. Perubahan tidak hanya menyentuh bagian eksterior, tetapi juga merambah kabin belakang dan kaki-kaki. konversi Toyota Rangga menjadi FJ Cruiser Bagian Depan Mengadopsi Gaya Land Cruiser Lawas Salah satu perubahan paling mencolok terlihat di bagian depan. Anggi mengubah gril, lampu utama, dan bemper untuk menghadirkan tampilan yang lebih dekat dengan karakter SUV Land Cruiser lawas. Berdasarkan spesifikasi, modifikasi ini menggunakan rumah lampu bawaan Land Cruiser 70 yang dipadukan dengan gril asli Rangga. Bagian tersebut kemudian disesuaikan dengan lampu daytime running light (DRL) berukuran 7 inci dan bemper khusus. Kombinasi itu membuat wajah Rangga tampil berbeda dari versi pikap standar, dengan kesan retro yang tetap berpadu dengan sejumlah sentuhan modern. Selain mengubah komponen depan, Anggi juga melakukan penyesuaian pada dimensi bodi. Bagian kabin dipotong dan dimundurkan sekitar 180 milimeter untuk memberikan ruang bagi area bonet depan yang lebih panjang. Perubahan tersebut dilakukan agar proporsi bagian depan terlihat lebih natural ketika dipadukan dengan desain SUV yang menjadi acuannya. "Kalau depan itu ada perubahan jelas di gril depan, terus lampu depan jelas, bemper depan. Terus kita manjangin bodi sedikit di depan," ujar Anggi. konversi Toyota Rangga menjadi FJ Cruiser Bak Pikap Diubah Jadi Kabin Belakang dengan Soft Top Perubahan juga dilakukan pada bagian belakang. Bak pikap bawaan Rangga diganti tampilannya agar menyerupai kabin belakang kendaraan SUV dengan atap terbuka. Mengacu pada spesifikasi, bagian ini menggunakan bak bawaan Hilux yang dimodifikasi mengikuti kontur bodi depan. Anggi kemudian menambahkan rangka penopang untuk kanvas atau soft top, sehingga tampilan belakang terlihat menyatu dengan konsep keseluruhan. Bagian tersebut juga dilengkapi tire hanger atau dudukan ban cadangan. Penggunaan atap kanvas menjadi salah satu ciri yang memperkuat karakter mobil ini. Konsepnya bukan sekadar mengubah wajah Rangga, melainkan juga mengubah siluet pikap menjadi kendaraan yang tampil lebih dekat dengan SUV bergaya klasik. Meski demikian, Anggi mengakui pengerjaan bagian belakang dan interior masih belum sepenuhnya selesai. "Kalau belakang ini hampir keseluruhan kita rubah pakai soft top kayak gini. Terus interior juga kita rubah tapi belum maksimal," katanya. Ke depannya, ia berencana merapikan sejumlah bagian yang masih belum sempurna, termasuk over fender dan interior. Untuk kabin, Anggi bahkan ingin menghadirkan konsep yang berbeda dari SUV pada umumnya. "Interior kita mau bikin, sebenarnya konsepnya ingin kayak angkot mobilnya," ucapnya. konversi Toyota Rangga menjadi FJ Cruiser Kaki-kaki Pakai Pelek 16 Inci dan Ban Maxxis Selain bodi, sektor kaki-kaki turut mendapat penyesuaian agar sesuai dengan tampilan kendaraan yang lebih jangkung dan berkarakter SUV. Berdasarkan spesifikasi yang tercantum pada papan proyek, mobil ini menggunakan pelek Dean Colorado berukuran 16 inci. Pelek tersebut dipadukan dengan ban Maxxis AT berukuran 285/75 R16. Untuk mengakomodasi ukuran ban, bagian fender juga disesuaikan. Sementara itu, suspensi menggunakan shock absorber Profender tanpa pemasangan lift kit. Artinya, perubahan tampilan kaki-kaki tidak mengandalkan peninggian suspensi melalui lift kit, melainkan dilakukan melalui kombinasi komponen roda, ban, penyesuaian bodi, dan suspensi. Anggi menjelaskan, perubahan pada kaki-kaki dilakukan sebagai bagian dari upaya menyatukan basis Rangga dengan konsep SUV yang diinginkan.Eksterior Berwarna Pasadena Blue Untuk memperkuat identitasnya, Toyota Rangga modifikasi ini menggunakan warna eksterior Pasadena Blue, yakni biru lembut dengan kilau metalik. konversi Toyota Rangga menjadi FJ Cruiser Finishing bodi dibuat dengan tekstur yang menyerupai tampilan OEM (original equipment manufacturer) atau kesan bawaan pabrik. Sementara itu, bagian kanvas menggunakan warna Tama Brown sebagai pelengkap. Perpaduan warna biru dan cokelat tersebut memberikan kontras visual sekaligus memperkuat nuansa klasik pada mobil. Secara keseluruhan, proyek ini memperlihatkan bagaimana basis kendaraan niaga seperti Toyota Rangga dapat diubah menjadi kendaraan dengan karakter berbeda melalui modifikasi bodi, pencahayaan, kaki-kaki, dan penggunaan soft top. Namun, Anggi menegaskan bahwa hasil yang ditampilkan saat ini belum menjadi bentuk final. Setelah pengerjaan awal yang dikejar selama 35 hari, masih ada sejumlah detail yang akan dirapikan sebelum mobil tersebut benar-benar selesai.