JAKARTA, KOMPAS.com – Implementasi program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin ke motor listrik masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terutama dari sisi teknis. Hendro Sutono, Juru Bicara KOSMIK (Komunitas Sepeda/Motor Listrik) Indonesia, menjelaskan bahwa proses konversi sebetulnya tidak sesederhana mengganti mesin bensin dengan motor listrik. Menurut dia, sepeda motor konvensional sejak awal dirancang menggunakan sistem pembakaran internal yang telah disempurnakan selama puluhan tahun. Paket konversi motor listrik "Dari sisi teknis, konversi sepeda motor juga bukan proses yang sederhana. Motor bensin dirancang dengan sistem pembakaran internal dan tata letak komponen yang telah dioptimalkan selama puluhan tahun," kata Hendro kepada Kompas.com, Rabu (1/4/2026). "Ketika sistem ini diubah menjadi listrik, berbagai penyesuaian harus dilakukan agar kendaraan tetap aman, stabil, dan nyaman digunakan," ujarnya. Hendro menilai, salah satu tantangan utama konversi motor listrik ialah penempatan baterai karena komponen ini relatif besar dan berat. "Distribusi berat kendaraan harus diperhatikan agar tidak mengganggu keseimbangan. Selain itu, sistem kelistrikan, kontrol motor, dan sistem pengisian juga perlu diintegrasikan secara tepat," ujarnya. Produk conversion kit, alias paket konversi motor listrik buatan PT Musashi Auto Parts Indonesia "Kompleksitas ini membuat konversi sulit untuk distandardisasi dalam skala besar. Setiap unit kendaraan bisa memerlukan penyesuaian yang berbeda, tergantung pada model dan kondisi awalnya," kata Hendro. "Hal ini berbeda dengan produksi massal motor listrik baru yang dapat dikontrol secara konsisten di tingkat pabrik," katanya. Hendro menilai, dengan berbagai kendala tersebut, proses konversi menjadi sulit dilakukan secara cepat dan masif. Kemudian, pada satu sisi, setiap unit motor pada dasarnya membutuhkan penanganan yang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan seperti produksi motor listrik baru di pabrik. Motor bahan bakar minyak yang sudah dikonversi menjadi motor lostrik batrei dipamerkan di Surabaya saat roadshow program konversi motor listrik, Sabtu (12/8/2023). Untuk diketahui, sebelumnya, pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan peralihan kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik, baik melalui pembelian unit baru maupun konversi kendaraan lama. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahkan menargetkan seluruh kendaraan di Tanah Air dapat beralih ke tenaga listrik sebagai bagian dari transisi energi nasional. "Semua motor kita akan dikonversi menjadi motor listrik," terang Prabowo dikutip dari akun YouTube Prabowo Subianto. Ilustrasi paket konversi motor listrik buatan Nagara. Konversi motor listrik. Proses konversi motor listrik. Sejalan dengan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah percepatan melalui satuan tugas khusus. "Percepatan konversi kendaraan bermotor yang 120 juta motor memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," ujar Bahlil dikutip dari Kompas.com, Senin (9/3/2026). Meski target yang dicanangkan cukup besar, berbagai tantangan teknis dan kesiapan ekosistem membuat implementasi program ini masih membutuhkan waktu serta strategi yang matang agar dapat berjalan optimal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang