Meski berbagai merek mobil dari berbagai negara tengah gencar mempromosikan kendaraan listrik di Indonesia, begitu juga Hyundai. Jika diperhatikan secara strategi bisnis, merek mobil Jepang fokus kepada hybrid dan plug-in hybrid (PHEV). Sementara merek mobil China justru fokus kepada battery electric vehicle (BEV). Namun hingga saat ini Hyundai sebagai salah satu merek asal Korea Selatan justru belum terlihat lebih condong ke mana. Strategi Hyundai Terkait Elektrifikasi Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan, strategi pabrikan Hyundai terkait elektrifikasi akan fokus dengan segala jenis powertrain. "Kalau ditanya Hyundai strateginya apa, yang pertama dari sisi powertrain. Seperti yang teman-teman lihat kita punya ICE, EV, dan juga hybrid, jadi seimbang. Lalu, bagaimana menentukan strategi kita? Kita lihat kompetitornya dahulu," katanya di booth Hyundai IIMS 2026, Rabu (11/2/2026). Pria yang akrab disapa Frans itu menjelaskan, saat ini fokus Hyundai adalah harus bisa memenuhi kebutuhan setiap konsumen. Hyundai Santa Fe XRT. Sehingga saat Hyundai sedang tidak bermain di segmen medium atau low hybrid, maka akan tetap bermain di segmen hybrid premium. "Komitmen kita akan memperkenalkan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia. Jadi, seperti yang sudah disampaikan, secara global Hyundai akan fokus ke hybrid powertrain," tukas Frans. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang