PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengejar operasional rute baru Transjakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta jelang Lebaran 2026. Rute baru tersebut akan melayani trayek Blok M–Bandara (SH2) sebagai tambahan layanan selain rute Kalideres–Bandara (SH1) yang sudah lebih dulu beroperasi. Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, persiapan administrasi dan teknis saat ini terus berjalan. Saat ini Transjakarta telah bertemu dengan Angkasa Pura untuk membahas kerja sama operasional pekan lalu. "Draf nota kesepahaman (MOU) juga telah ditandatangani oleh pihak Transjakarta dan kini dalam proses penandatanganan di Angkasa Pura," kata Welfizon dikutip dari keterangan resmi, Kamis (5/3/2026). Menurutnya, pada prinsipnya Angkasa Pura mendukung penuh kehadiran rute baru tersebut karena akan menambah alternatif transportasi masyarakat dari dan menuju bandara. Namun, terdapat sejumlah penyesuaian yang masih dibahas, terutama terkait pengaturan arus kendaraan di area terminal serta integrasi dengan moda internal bandara seperti Kalayang yang melayani perpindahan antarterminal. "Transjakarta akan mendorong percepatan perizinan di Kementerian Perhubungan setelah proses MOU rampung. Targetnya, rute Blok M–Bandara sudah bisa dioperasikan sebelum Lebaran untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat saat musim mudik," katanya. Ia juga mengatakan, Transjakarta akan mengoperasikan unit Metrotrans low entry berwarna oranye dengan lantai rendah untuk mendukung layanan ini. Bus tipe ini dinilai lebih ramah bagi penumpang yang membawa koper atau barang bawaan karena akses naik-turun lebih mudah. Transjakarta sebagai pilihan moda transportasi publik di DKI Jakarta “Pola pemberhentian bus dirancang di halte sisi trotoar, bukan di jalur tengah, sehingga memudahkan akses penumpang, termasuk saat tiba di kawasan bandara,” ujarnya. Adapun rute Blok M–Bandara (SH2) direncanakan melintasi koridor Sudirman, naik melalui Semanggi, melewati kawasan MPR/DPR, kemudian masuk jalan tol menuju bandara. Sementara itu, rute Kalideres–Bandara (SH1) tetap beroperasi seperti biasa. Perihal titik akhir di bandara, Transjakarta masih berkoordinasi dengan pengelola untuk menentukan lokasi berhenti, mengingat adanya kebijakan pembatasan kendaraan yang masuk langsung ke masing-masing terminal guna mengurangi kemacetan. “Tingginya penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara menjadi salah satu latar belakang penguatan layanan ini. Dari sekitar 50 juta penumpang bandara tahun lalu, sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi, sehingga akses dari pintu tol menuju area bandara kerap padat,” urainya. Welfizon juga menjelaskan, untuk jam operasional, sementara akan mengikuti pola reguler pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Penyesuaian masih dimungkinkan dengan melihat pola penerbangan, khususnya penerbangan domestik yang umumnya lebih padat pada siang hari saat periode mudik. Terkait tarif, layanan rute Blok M–Bandara Soetta akan tetap mengikuti tarif reguler Transjakarta yang berlaku saat ini, yakni Rp 3.500 dan Rp 2.000 sesuai ketentuan waktu layanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang