Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap membuka layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta dalam waktu dekat. Rute baru ini ditargetkan sudah bisa beroperasi sebelum Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai upaya meningkatkan konektivitas transportasi sekaligus memperkuat wajah Jakarta di mata internasional. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pembukaan rute ini menjadi prioritas karena dapat memudahkan mobilitas warga Jabodetabek. Ilustrasi bus Transjabodetabek.Simak daftar halte, tarif, dan waktu tempuh rute Transjabodetabek Dukuh Atas-Terminal Bekasi. Selain itu, layanan ini juga diharapkan menjadi alternatif transportasi publik yang layak bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. "Saya sudah meminta untuk sebelum menyambut Idulfitri, trayek ini sudah harus dibuka. Jadi mudah-mudahan apakah di minggu keempat bulan Februari ini atau di awal bulan Maret, nanti akan kami buka," ujar Pramono, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026). Untuk memastikan operasional berjalan optimal sejak hari pertama, Pramono telah menginstruksikan jajaran terkait agar segera melakukan pembangunan halte baru serta perbaikan halte yang sudah ada. Rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta. "Untuk ke Soekarno-Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia, maka saya sudah memerintahkan halte-haltenya untuk dibangun. Sampai dengan kemudian akan beroperasi secara normal," ucap Pramono. Dalam perencanaannya, bus Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan berhenti di tiga terminal utama bandara, sehingga memudahkan penumpang untuk menjangkau seluruh area keberangkatan dan kedatangan. Untuk mendukung kelancaran operasional, Pemprov DKI Jakarta juga akan menjalin kerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia, khususnya terkait pengaturan operasional di kawasan bandara. Ilustrasi Bus Transjabodetabek Pada tahap awal, Pemprov DKI menyiapkan 20 unit armada bus Transjabodetabek untuk melayani rute ini. "Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah. Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan itu kurang lebih 2.000-an per hari," kata Pramono. Selain jumlah armada, Pemprov DKI juga akan memastikan aspek kenyamanan penumpang melalui pengaturan waktu tunggu atau headway antarbus. Dengan armada yang cukup, jarak keberangkatan diharapkan semakin singkat sehingga layanan menjadi lebih efisien dan kompetitif dibandingkan transportasi pribadi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang