Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Jabodetabek sejak Sabtu, 17 Januari 2026, berdampak pada genangan air di Ruas Tol Sedyatmo. Kondisi ini membuat pengguna jalan, khususnya yang hendak menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, perlu menyiapkan rencana perjalanan dengan memanfaatkan akses alternatif agar tidak terjebak kepadatan dan risiko keterlambatan. Jasamarga Metropolitan Tollroad melalui Representative Office 2 bersama Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) terus melakukan percepatan penanganan genangan dengan mengoptimalkan pompa air di lapangan. Profil Sedyatmo insinyur penerima pondasi cakar ayam yang namanya diabadikan sebagai nama jalan tol di Jakarta yakni Tol Bandara Soetta. Sebanyak total 10 unit pompa dikerahkan, terdiri dari enam pompa di Off Ramp Gerbang Tol Pluit dan empat pompa di Off Ramp Rawa Bokor, guna mempercepat penyurutan debit air. Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti, mengatakan bahwa kondisi genangan mulai berangsur surut. Untuk akses off ramp Rawa Bokor, masih terdapat sisa genangan, namun lajur sudah dapat dilintasi. Sementara itu, lajur off ramp GT Pluit 3 sudah bisa dilintasi meski baru satu lajur yang dibuka. Genangan air di Ruas Tol Sedyatmo atau Tol Bandara Soekarno-Hatta belum sepenuhnya surut hingga Selasa pagi (13/1/2026). "Kami berupaya semaksimal mungkin mempercepat penanganan genangan air dengan optimalisasi 10 unit pompa air, karena banyaknya limpasan air dari kawasan melalui saluran air jalan tol serta debit air di Kali Perancis yang juga cukup tinggi,” ujar Ginanjar, dalam keterangan resmi, Minggu (18/1/2026). “Kami juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk pengaturan keselamatan lalu lintas pengguna jalan tol," kata dia. Di tengah proses penanganan tersebut, pengguna jalan diimbau untuk tidak memaksakan melintas di Ruas Tol Sedyatmo, terutama pada jam-jam sibuk. Genangan air di Ruas Tol Sedyatmo atau Tol Bandara Soekarno-Hatta belum sepenuhnya surut hingga Selasa pagi (13/1/2026). Salah satu opsi yang dapat dimanfaatkan adalah Ruas Tol JORR 2, yang dapat menjadi jalur alternatif menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk menghindari titik genangan. Selain jalan tol, pengendara juga bisa memilih jalur arteri menuju bandara. Akses melalui jalan arteri seperti kawasan Pluit–Muara Angke–Kamal Muara hingga masuk ke area Bandara Soekarno-Hatta dapat menjadi alternatif. Jalur arteri ini dinilai lebih fleksibel bagi pengendara yang ingin menghindari risiko genangan di jalan tol, terutama bagi kendaraan non-tol atau pengguna yang memiliki waktu tempuh lebih longgar. Shelter kalayang atau skyride di Terminal 3 Soekarno-Hatta Tangerang. Ginanjar juga mengingatkan pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan menyesuaikan pilihan rute dengan kondisi lalu lintas terkini. Ia menegaskan pentingnya mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Ginanjar juga berpesan agar pengguna jalan dapat memanfaatkan akses lain sebagai jalur alternatif menghindari genangan di Ruas Tol Sedyatmo, terutama yang menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Di antaranya dengan menggunakan dengan moda transportasi lainnya, misalnya dengan Bus Transjakarta atau KA Bandara. Dengan mempertimbangkan berbagai opsi jalur, baik tol maupun jalan arteri, pengguna jalan diharapkan tetap dapat mencapai Bandara Soekarno-Hatta dengan aman dan tepat waktu, sembari menunggu kondisi Ruas Tol Sedyatmo kembali normal sepenuhnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang