Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan persyaratan administrasi serta teknis kelaikan jalan bus di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan selama masa libur akhir tahun. Dari target yang ditetapkan sebanyak 15.000 unit bus, hingga 19 November 2025 jumlah pemeriksaan telah mencapai 24.790 unit. “Hingga 19 November pukul 14.00 WIB, sudah diperiksa sebanyak 24.790 armada bus. Artinya, jumlah ini telah melampaui target,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, dalam keterangan resminya, Kamis (20/11/2025). Aan menjelaskan, dari total kendaraan yang telah melalui rangkaian pengecekan, sebanyak 17.165 unit atau 69,24 persen dinyatakan lulus dan diizinkan beroperasi. Berikutnya, sebanyak 4.250 unit bus (17,14 persen) tercatat melakukan pelanggaran teknis penunjang atau menerima peringatan perbaikan. Ilustrasi ramp check jelang Nataru 2025/2026 Sementara itu, 791 unit atau 3,19 persen ditilang dan dilarang beroperasi karena pelanggaran administrasi. Adapun kendaraan yang dilarang operasional akibat pelanggaran teknis utama berjumlah 2.584 unit atau 10,42 persen. Jenis kendaraan yang diperiksa terdiri dari 10.793 unit bus AKDP (82 persen), 1.163 unit bus AKAP (9 persen), 717 unit bus pariwisata (5 persen), dan 485 unit kendaraan lainnya (4 persen). Satlantas Polres Ponorogo bersama Dinas Perhubungan dan petugas terminal aktif melakukan ramp check bus di Terminal Seloaji pada hari ketiga Operasi Zebra Semeru 2025, Rabu (19/11). Pemeriksaan ini menyasar bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan operasi pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh. Ramp check dilakukan untuk mendeteksi dini potensi kerusakan pada armada bus, sehingga dapat mencegah kecelakaan lalu lintas dan memastikan perjalanan penumpang tetap aman dan lancar. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.