Cuaca ekstrem menjadi salah satu fokus utama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam menyambut musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan menyampaikan, antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah Semarang, Jawa Tengah, menjadi perhatian serius. Hal ini seiring dengan tingginya curah hujan di wilayah tersebut, di mana banjir dapat menimbulkan kemacetan panjang di sejumlah titik rawan. “Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada Desember hingga Januari. Semarang memiliki karakteristik unik, karena banjir bisa datang dari laut (banjir rob) maupun dari darat (akibat hujan), sehingga perlu antisipasi yang serius,” kata Aan, Kamis (13/11/2025). Sejumlah kendaraan melewati banjir yang merendam jalur pantura di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/3/2024). Intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai di sekitar ruas jalan di kawasan itu mengakibatkan banjir dengan ketinggian 40 cm - 1,5 meter sehingga menyebabkan lalu lintas dari Kota Semarang menuju Kabupaten Demak maupun sebaliknya terganggu. Aan menegaskan pentingnya langkah antisipatif, karena bila tidak dilakukan, jalur arteri di wilayah Semarang dan sekitarnya sangat rawan terhadap kepadatan, terutama ketika terjadi hujan deras atau banjir. Kondisi tersebut, lanjut Aan, dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama masa libur Natal dan Tahun Baru. “Soal cuaca tolong menjadi atensi, mengingat terbatasnya jalur alternatif ketika terjadi banjir dan hujan secara bersamaan,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.