Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memulai kebijakan untuk menghapus angkot berusia tua di atas 20 tahun, yang sudah dimulai per Januari 2026 Meski kebijakan ini telah disepakati sebagai Peraturan Daerah, namun menimbulkan kerisauan bagi para para sopir angkot yang telah puluhan tahun menjadikan angkot sebagai mata pencaharian. Tony (44), salah satu sopir angkot nomor 10 kini juga sedang risau dengan adanya kebijakan ini. "Saya sudah dua puluh tahun lebih jadi sopir angkot. Dengan adanya aturan ini sedikit cemas sebab beberapa teman sudah mulai tidak bekerja karena angkot mereka saat dirazia dinyatakan tidak bisa beroperasi. Bahkan ada yang sampai dikandangkan angkotnya," kata Tony kepada Kompas.com di pangkalan angkot Sukasari, Bogor. Tony menceritakan, saat ini para sopir angkot di Bogor tengah menimbang nasib. Mayoritas sopir angkot di Bogor bekerja dengan sistem bagi hasil dengan para pemilik angkot tersebut. Tony, salah satu sopir angkot nomor 10 di Kota Bogor saat di pangkalan angkot Sukasari Bogor Maka dari itu, bila angkot tersebut tidak bisa beroperasi, maka pemilik angkot tidak bisa memperkerjakan para sopir lagi. Saat ini Tony sendiri sudah menggunakan mobil keluaran tahun 2018. Setelah mobil sebelumnya yang keluaran lama, ditindak petugas dan telah dikandangkan. "Penumpang angkot kini juga tidak sebanyak dulu. Terkadang harus nombok untuk setoran ke pemilik angkot. Kalau di tempat saya, satu shift sopir angkot setor ke pemilik angkot sebesar Rp 170.000. BBM dari sopir angkot. Satu angkot itu ada dua shift sopir, kalau saya shift dari siang ke malam," katanya. Sayangnya, hingga saat ini belum ada solusi konkret bagi nasib para sopir. Mau tidak mau banyak yang harus secara mandiri mencari pekerjaan baru. Menurutnya hal itu tidaklah mudah mengingat usia para sopir yang tidak lagi muda, dan persyaratan lowongan pekerjaan yang kerap rumit. "Semoga ada solusi yang adil bagi nasib para sopir," kata Tony. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang