Demo sopir angkot Bogor di Gedung Balai Kota Bogor diramaikan sekitar 1.000 orang. Beberapa sopir datang dari trayek yang berbeda-beda, semuanya mengutarakan pendapatnya di depan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Salah satu hal yang menyebabkan aksi demo sopir angkot kali ini lebih masif adalah adanya razia angkot tua di jalanan. Apalagi Pemkot lewat Dinas Perhubungan Kota Bogor rutin melaksanakan penertiban bahkan sampai pengandangan angkot yang melanggar usia. Herman, sopir angkot 03 kota Bogor Herman, Sopir Angkot 03 jurusan Terminal Bubulak - Baranangsiang mengatakan, sebelum razia biasanya cuma tilang dan bisa ditebus supaya jalan lagi. "Kalau di jalanan, ditilang, terus kalau kena lagi dikandangin. Itu fatal, makanya sekarang demo besar-besaran," kata Herman kepada Kompas.com, Kamis (22/1/2026). Ketika angkot sudah diamankan, Herman bingung bagaimana untuk kembali mencari nafkah. Apalagi satu angkot itu biasanya dibawa dua orang, artinya langsung dua orang jadi kehilangan mata pencahariannya. "Inginnya pemerintah kan angkot itu yang tahun muda semua. Cuma kan kebanyakan yang punya angkot tahun tua semua, itu juga masih layak pakai semua dan beberapa sudah direduksi," kata Herman. Menurut Herman, kalau ada solusi seperti kemudahan pembiayaan pembelian angkot baru, mungkin demo tidak akan terjadi. Cuma kondisi penumpang yang sedikit lalu kalau diminta beli angkot yang baru, masalahnya akan bertambah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang