Sopir angkot di Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim) ngamuk usai tak terima ditegur lawan arah. Bahkan, dia sampai memecahkan kaca kendaraan yang dikemudikan penegur sekaligus perekam video.Disitat dari akun Instagram @infojakarta.co.id, ketika rekaman diambil, kaca depan mobil si penegur sudah hancur dan penuh retakan. Sementara persis di depannya ada sopir angkot yang dinarasikan berbuat kasar dan melakukan perusakan. Tak lama kemudian, keduanya sama-sama melaju santai di arah sebenarnya. Pengemudi mobil yang kacanya dirusak masih melakukan perekaman ke arah angkot tersebut. Namun, sopir angkot yang tak terima kembali turun dan melakukan penyerangan berikutnya.[Gambas:Instagram]Kabarnya, insiden itu terjadi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 10.50 WIB. Menurut narasi yang beredar, korban melaju dari Terminal Kampung Rambutan menuju ke Pasar Rebo. Ketika di putaran balik dekat SPBU, dia bertemu dengan angkot yang juga memutar balik tetapi lawan arah.Setelah kejadian itu viral, polisi langsung mengamankan pelaku dengan inisial IK dan P. Keduanya ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Ciracas yang dipimpin langsung Kompol Rohmad, di Jalan Supriadi Kelurahan Susukan, Ciracas.Selain mengamankan kedua pelaku, polisi turut menyita satu unit mobil angkot T19 jurusan Depok-Rambutan dengan nomor polisi B-1076-QO warna merah tahun 2014. Kedua pelaku dan barang bukti pun kini telah diamankan di Polsek Ciracas.Polisi mengungkap motif sopir angkot melawan arah hingga memecahkan kaca mobil lain di Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Pelaku mengaku kesal dengan korban."Karena kesal aja dia terkait dia muter itu, melawan arus sebenarnya," kata Kanit Reskrim Polsek Ciracas AKP Hotman.Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana mengatakan, kebiasaan melawan arah merupakan 'penyakit' para pengguna jalan raya di Indonesia. Menurutnya, kebiasaan itu sering dilakukan orang yang maunya buru-buru tanpa memikirkan keselamatan."(Mereka mikir) mumpung sepi, cuma dekat, kok, dan lain-lain membuat semua jalan disamaratakan. Bahkan aturan lalin diabaikan meski membahayakan," ujar Sony kepada detikOto, belum lama ini.Lebih jauh, Sony mengingatkan, lebih baik tertib tapi selamat, ketimbang buru-buru dan melawan arah tapi berakhir celaka."Tertib lalu lintas dan menjaga kebugaran menjadi salah satu kunci dalam menjaga keselamatan," kata Sony.