Angkutan Listrik Bandung (Angklung) resmi melakukan uji coba di Kota Bandung. Untuk tahap uji coba ini Angklung melayani rute Gunung Batu–Stasiun Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kehadiran angkot listrik ini menjadi inovasi transportasi publik yang tengah dikembangkan Pemkot Bandung. “Ini merupakan bentuk inovasi baru yang kita jalankan, memang belum sempurna, tapi inilah salah satu wujud kendaraan angkot masa depan,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (31/10/2025). Farhan menjelaskan, uji coba dilakukan menggunakan satu unit Angklung selama tiga bulan. Baterai angkot listrik tersebut mampu menempuh hingga 200 kilometer, dengan jarak operasional harian sekitar 180 kilometer hingga pukul 21.00 WIB. " Hasil uji coba ini akan menjadi dasar perencanaan pengembangan transportasi ramah lingkungan di tahun 2026," katanya. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Rasdian Setiadi menuturkan, uji coba penting dilakukan untuk menilai efektivitas kendaraan listrik sekaligus respons masyarakat sebelum diperluas ke rute lain. Sementara itu, lantaran masih tahap uji coba, maka balum ada tarif resmi yang diumumkan. Perusahaan produsen kendaraan listrik, PT Marlip Indo Mandiri menunjukkan satu unit kendaraan listrik dengan jenis minibus yang diberinama Angklung (Angkutan Listrik Bandung) kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandung, Senin (4/8/2025). “Kita ingin melihat tanggapan masyarakat, karena kondisi angkot saat ini sudah cukup lama. Ini bagian dari upaya peremajaan dan peningkatan kualitas layanan,” tutupnya. Sebagai informasi, Angklung merupakan kendaraan listrik buatan PT Marlip Indo Mandiri berupa minibus listrik. Berdasarkan spesifikasi pabrikan, kendaraan listrik jenis minibus ini punya dimensi panjang 5.200 mm, lebar 1.650 mm dan tinggi 2.300 mm. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.