Umur pakai menjadi salah satu hal yang kerap dipertanyakan ketika membahas mobil listrik. Mobil dengan mesin pembakaran internal atau konvensional sudah terbukti bisa bertahan lama, belasan tahun hingga puluhan tahun. Lalu, bagaimana dengan mobil listrik? Pertanyaan tersebut semakin relevan ketika kendaraan listrik generasi lama mulai memasuki pasar mobil bekas. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan kemampuan mobil untuk digunakan, tetapi juga biaya yang mungkin muncul setelah masa kepemilikan berjalan beberapa tahun. Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menilai, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting bagi perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Sebanyak 23 mobil listrik murni anggota KOLEKSI mengikuti perjalanan dari Jakarta menuju Pahawang, Lampung. “Justru pelajaran penting untuk Indonesia adalah bagaimana menjaga harga mobil listrik bekas," ujar Yannes, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Baterai Jadi Pertimbangan Pada mobil listrik, baterai menjadi salah satu komponen yang perlu diperhatikan ketika kendaraan berpindah tangan. Kondisi baterai berkaitan langsung dengan kemampuan mobil menyimpan energi dan menempuh jarak. Karena itu, informasi mengenai kondisi baterai menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan sebuah mobil listrik bekas. "Konsumen perlu tahu kondisi baterainya masih berapa persen, berapa biaya kalau baterai harus diganti, apakah suku cadang tetap tersedia, dan siapa yang memperbaiki mobil kalau mereknya suatu saat berhenti beroperasi,” kata Yannes. Diler BYD di BSD Pasar mobil listrik bekas Indonesia sendiri mulai menghadapi persoalan serupa. Pelaku pasar menilai pemeriksaan battery health menjadi salah satu tantangan dalam menentukan nilai kendaraan listrik bekas. Selain kondisi baterai, konsumen juga perlu mempertimbangkan biaya apabila komponen tersebut pada suatu saat membutuhkan penggantian. Persoalan tidak berhenti pada baterai. Ketersediaan suku cadang dan layanan perbaikan juga menjadi bagian dari pertimbangan karena kendaraan listrik membutuhkan dukungan purnajual dalam jangka panjang. Modifikasi Wuling Air ev Jangan Hanya Murah Saat Beli Menurut Yannes, berbagai faktor tersebut pada akhirnya akan memengaruhi nilai jual kembali kendaraan. “Jadi, jangan sampai EV hanya murah ketika dibeli, tetapi kemudian jadi sulit serta hancur harganya saat dijual kembali,” ujarnya. Harga mobil baru yang mengalami penyesuaian juga dapat berdampak terhadap harga unit bekas. Kondisi seperti ini sudah terlihat pada sejumlah model mobil listrik di pasar sekunder Indonesia. Ilustrasi showroom mobil bekas Mobil88. Karena itu, harga jual kembali menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik. Jika nilai kendaraan turun terlalu tajam dan konsumen kesulitan mengetahui kondisi komponen utamanya, keputusan membeli mobil listrik baru juga berpotensi ikut dipengaruhi. Sebaliknya, pasar mobil listrik bekas membutuhkan informasi yang lebih transparan mengenai kondisi kendaraan. Konsumen tidak hanya perlu mengetahui tahun produksi dan jarak tempuh, tetapi juga kondisi baterai serta dukungan purnajual yang masih tersedia. Dengan begitu, usia pakai kendaraan listrik tidak hanya dilihat dari berapa lama mobil masih bisa berjalan, tetapi juga dari seberapa lama kendaraan tersebut tetap memiliki nilai ekonomi dan dukungan layanan.