Kondisi baterai menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan pemilik motor listrik. Pasalnya, baterai merupakan komponen utama yang menyuplai tenaga untuk menggerakkan kendaraan. Seiring pemakaian, kemampuan baterai dapat mengalami penurunan. Kondisi tersebut bisa memengaruhi performa motor listrik, meski indikator baterai masih menunjukkan daya penuh. Pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, Alfian, mengatakan salah satu tanda baterai motor listrik mulai drop dapat dilihat dari penurunan kecepatan ketika kendaraan digunakan. "Biasanya setelah 7 bulan atau 1 tahun pemakaian itu, pasti kendaraannya saat digas yang biasanya kecepatannya bisa katakanlah maksimal 35. Nah ini baterai full, di gas dia kecepatannya berkurang. Jadi agak lemot jadi 30 kadang 25," kata Alfian kepada Kompas.com, belum lama ini. Test ride motor listrik Alva N3 Menurut Alfian, perubahan performa tersebut dapat menjadi salah satu tanda bahwa kemampuan baterai mulai menurun. Selain penurunan kecepatan, tanda baterai mulai mengalami masalah juga dapat terlihat dari perubahan indikator ketika motor diberi beban. Owner Bogor Battery Electric Motion (BEMo), bengkel spesialis baterai kendaraan listrik, Hernest, mengatakan kondisi baterai pada motor listrik yang masih menggunakan aki SLA (Sealed Lead Acid) relatif lebih mudah dikenali. "Paling mungkin terjadi (saat rusak) adalah ketika kita gas, indikator baterainya naik turun. Begitu digas indikatornya turun, tapi ketika jalan lurus dan gasnya konstan, dia kembali stabil. Pas kita gas lagi, dia drop lagi. Itu ciri baterai sudah tidak balance (seimbang)," kata Hernest kepada Kompas.com. Selain indikator yang tidak stabil, kondisi fisik aki SLA juga dapat menjadi petunjuk. Baterai yang mengalami kerusakan biasanya dapat terlihat dari bentuk fisiknya yang mulai mengembung. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan motor listrik yang sudah menggunakan baterai lithium. Baterai lithium umumnya dibungkus menggunakan casing pelindung sehingga kerusakan tidak selalu bisa diketahui hanya dengan melihat kondisi fisik baterai. Pemilik motor listrik perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku kendaraan saat digunakan. Sebab, indikator pada motor listrik umumnya menunjukkan kapasitas baterai secara keseluruhan dan tidak menampilkan kondisi setiap sel baterai secara terpisah. "Cara gampangnya adalah lihat di indikatornya saat pemakaian. Ketika sudah di-charge penuh, tetapi pada saat dipakai mengeluarkan tenaga atau dikasih torsi (proses discharging), baterainya langsung drop drastis," kata Hernest. Hernest menjelaskan, kondisi tersebut dapat terlihat ketika motor diberi gas. Jika indikator baterai turun hingga 0 persen saat gas diputar, tetapi kembali naik ketika gas dilepas, hal tersebut dapat menjadi tanda salah satu sel baterai mengalami kerusakan. Dengan demikian, penurunan kecepatan, indikator baterai yang tidak stabil, hingga daya yang turun drastis ketika motor diberi beban dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan pemilik motor listrik. Jika menemukan gejala tersebut, pemeriksaan di bengkel atau layanan khusus motor listrik dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi baterai secara lebih detail.