Baterai menjadi salah satu komponen penting pada motor listrik yang kondisinya perlu diperhatikan karena kerusakan pada komponen tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran. Baterai yang sudah rusak atau mengalami penurunan kapasitas (drop) disebut dapat terbakar, bahkan dalam kondisi tertentu tanpa adanya pemicu dari luar. Hernest, pemilik dari bengkel Bogor Battery Electric Motion (BEMo), mengatakan, baterai yang sudah rusak atau drop dapat terbakar tanpa adanya pemicu dari luar. "Kalau baterai yang sudah rusak atau drop itu bisa saja terbakar intinya tanpa pemicu atau ada sentuhan ya di dalam kepada fisik si baterai, yaitu yang disebut dengan Thermal Runaway," katanya kepada Kompas.com, Senin (21/9/2026). Ilustrasi baterai motor listrik Alva Menurut dia, kerusakan baterai dapat terjadi akibat benturan, terjatuh, hingga penyok. Perubahan bentuk fisik juga dapat menjadi salah satu tanda baterai mengalami kerusakan. "Jadi kenapa bisa kebakar, pertama karena baterai rusak atau jatuh ya atau penyok. Jadi kalau rusak udah jelas, secara bentuk fisik dari awal sampai dengan dari yang akhir itu bentuknya berubah. Kalau rusak itu bisa saja menggelembung dan lain-lain ya, atau baterai yang secara kutub plus dan minusnya sudah tidak berbentuk," katanya. Hernest menjelaskan, di dalam baterai terdapat separator yang berfungsi sebagai pemisah antara kutub positif dan negatif. Kerusakan pada bagian tersebut dapat terjadi akibat benturan maupun perlakuan fisik seperti tusukan. "Jadi baterai itu ada pemisah antara kutub plus dan negatif. Kalau separatornya robek karena benturan, kemudian atau karenanya perlakuan secara fisik, misalnya tusukan," ucapnya. Dia menjelaskan, korsleting dapat meningkatkan risiko kebakaran pada baterai ketika kutub positif dan negatif tersambung, baik secara sengaja maupun tidak, karena dapat menimbulkan percikan jika terdapat penghantar lain. Selain itu, dia menjelaskan, baterai yang sudah drop atau soak perlu diwaspadai karena penurunan kapasitas dapat menyebabkan sel-sel di dalamnya menjadi tidak seimbang. Ketidakseimbangan tersebut dapat memicu panas saat baterai diisi daya karena sel yang masih baik dan sel yang kondisinya menurun menerima tegangan secara berbeda. Dalam kondisi tersebut, sel yang mengalami overvoltage akan terus menerima tegangan, sementara sel yang mengalami undervoltage tidak dapat menerimanya sehingga menimbulkan panas yang berpotensi memicu kebakaran.