Kalangan pengusaha truk mendukung upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan untuk transportasi termasuk pada sektor logistik. Namun pelaku usaha berharap ada dukungan konkret berupa insentif dan kebijakan fiskal agar penggunaan truk listrik bisa lebih realistis diterapkan di lapangan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan harga truk listrik saat ini masih jauh lebih mahal dibandingkan truk konvensional berbahan bakar diesel. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyerahkan unit truk listrik Mitsubishi Fuso eCanter kepada mitra strategisnya, PT Takari Kokoh Sejahtera. “Ya, kita sebetulnya hanya mengharapkan adanya perhatian pemerintah terhadap kebijakan mobil listrik," ujar Gemilang yang ditemui di Jakarta, Rabu (20/5/2026) Menurut dia, biaya investasi yang tinggi menjadi tantangan utama bagi perusahaan angkutan barang untuk beralih ke kendaraan listrik. Terlebih, industri logistik saat ini masih menghadapi tekanan biaya operasional, mulai dari kenaikan harga suku cadang, tarif tol, hingga efisiensi distribusi barang. "Karena mobil listrik ini sangat ingin kami terapkan, tetapi harganya masih Rp 3 miliar. Sedangkan harga truk yang biasa itu Rp 1 miliar. Ada selisih 3 kali lipat," ujarnya. "Artinya, dengan ongkos yang sekarang, tidak mungkin kami melakukan peremajaan dengan truk listrik," katanya. Ilustrasi truk ODOL melintas di jalan tol Gemilang menilai, tanpa adanya dukungan pemerintah, pengusaha akan kesulitan melakukan peremajaan armada menggunakan truk listrik dalam waktu dekat. Karena itu, Aptrindo berharap pemerintah dapat menyiapkan skema subsidi, insentif pajak, atau stimulus lain yang dapat meringankan biaya pembelian kendaraan niaga listrik. "Tapi kalau ada kebijakan pemerintah agar truk menggunakan truk listrik, tidak mengonsumsi lagi BBM bersubsidi, perlu ada satu kebijakan pemerintah sehingga bisa dikompensasikan untuk memberikan insentif fiskal kepada truk listrik tadi,” kata Gemilang. Selain mengurangi ketergantungan BBM bersubsidi, penggunaan truk listrik juga dinilai dapat membantu menekan emisi karbon dari sektor transportasi logistik yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi cukup besar. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang