mobil bekas Ford belakangan kerap dilirik banyak pembeli. Alasannya sederhana, yakni fitur dan teknologinya unggul, tapi harganya bersahabat. Namun di sisi lain, reputasi Ford yang dikenal “rewel” dan biaya servisnya yang tidak murah membuat sebagian orang ragu. Supaya tidak salah pilih, ada baiknya memahami bagian-bagian penting yang harus dicek sebelum membeli mobil Ford bekas, terutama di sektor pendinginan dan transmisi. Ford Focus terbaru sat dites di Adelaide Hills, South Australia. Menurut Heru Nurhidayat, pemilik bengkel spesialis Eyna Motor di Ciputat, masalah paling umum pada mobil Ford bekas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mobil lain. “Umumnya sama seperti mobil lain, cooling system. Jadi radiator, thermostat, dan sistem pendingin harus diperhatikan betul. Jangan sampai overheat, karena kalau sudah panas berlebih, bisa menjalar ke transmisi juga,” ujar Heru, kepada Kompas.com belum lama ini. Overheat memang menjadi musuh utama bagi mesin dan transmisi Ford. Sistem pendinginnya yang cukup kompleks membuat perawatan rutin seperti pengecekan cairan radiator dan pembersihan kisi radiator tidak boleh diabaikan. Ilustrasi radiator pada mobil. Salah satu keunikan mobil Ford adalah adanya software khusus yang mengatur kerja transmisi. Jika belum diperbarui, performanya bisa terasa aneh. “Betul, ada (update software). Kadang kalau software-nya belum di-update, mobil terasa agak lemot, seperti kurang tenaga. Karena begitu, memang perlu di-update sesuai versi terbaru,” ucap Heru. Namun, Heru juga menegaskan bahwa update tidak harus dilakukan secara rutin. Hal ini cukup dilakukan ketika tenaga mobil terasa kurang. Nanti mobil bakal dicek dan di-update pakai alat diagnostic khusus Ford bernama IDS. Sebelum memutuskan membeli mobil bertransmisi dual clutch, penting mengetahui tanda-tanda apakah transmisi ini masih dalam kondisi bagus atau tidak. Alat IDS (Integrated Diagnostic System) merupakan perangkat resmi milik Ford yang dapat membaca kode kesalahan dan melakukan pembaruan software pada modul kontrol transmisi dan mesin. Bagi pemburu mobil bekas, hal lain yang wajib diperhatikan adalah kondisi transmisi dual clutch (kopling ganda) yang digunakan pada beberapa model Ford. “Sebenarnya cukup pembersihan. Tapi khusus Ford, pembersihannya agak unik karena transmisinya harus diturunkan dulu. Jadi gearbox dilepas, dibersihkan semua bagian mekanikalnya,” kata Heru. Transmisi otomatis dual clutch pada Ford Ecosport Selain itu, penggantian oli transmisi juga tidak boleh diabaikan. Menurut Heru, standarnya ganti setiap 40.000 km, tapi kalau mau lebih awet lagi bisa tiap 20.000 km. Atau sekitar setahun sekali atau dua tahun sekali, tergantung pemakaian. Heru menambahkan, ada beberapa model Ford populer yang memakai sistem transmisi dual clutch. Kalau mau yang aman, pilih model bertransmisi AT konvensional, atau manual. “Cukup banyak (yang pakai transmisi dual clutch). Ford Fiesta yang 1.500 cc, 1.000 cc, dan 1.600 cc itu dual clutch. Tapi yang 1.400 cc masih konvensional 4-speed. Ford EcoSport semua tipe otomatis bermesin 1.500 cc pakai dual clutch. Ford Focus yang 2.000 cc juga dual clutch,” kata dia. Dengan mengetahui model mana yang memakai transmisi kopling ganda, pembeli bisa lebih siap melakukan pemeriksaan mendalam dan menyiapkan dana perawatan tambahan jika dibutuhkan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.