Motor listrik (molis) identik dengan kendaraan praktis untuk mobilitas harian. Namun, seiring semakin banyaknya pengguna, molis mulai masuk ke dunia modifikasi. Kustomisasi tidak lagi sebatas mengganti aksesori atau mempercantik tampilan. Performa motor listrik juga mulai menjadi sasaran modifikasi, dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan motor berbahan bakar bensin atau motor konvensional. Hendro Sutono, pegiat kendaraan listrik sekaligus Admin KOSMIK Indonesia, mengatakan fenomena modifikasi molis kini sudah bergeser dari sekadar kendaraan komuter yang irit menjadi arena kustomisasi performa dan gaya. "Modifikasi mosin berfokus pada pengerjaan fisik seperti bore up, porting polish, dan racikan CVT/rasio dengan biaya yang bisa dicicil bertahap," kata Hendro kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2026). "Sebaliknya, modifikasi performa molis jauh lebih bersih cukup menggunakan laptop/smartphone, multitester, dan software mapping," katanya. HDRP 2024 dengan modifikasi Motor Listrik Menurut Hendro, perbedaan tersebut membuat karakter modifikasi motor listrik cukup unik. Pada motor bensin, peningkatan performa umumnya membutuhkan pengerjaan mekanis pada mesin dan sistem pemindah tenaga. Sementara pada motor listrik, sebagian pengaturan performa bisa dilakukan melalui perangkat lunak. Karakter akselerasi, besaran arus, hingga sistem pengereman regeneratif dapat disesuaikan melalui controller yang bisa diprogram. Namun, kata Hendro kemudahan tersebut bukan berarti biaya modifikasi motor listrik lebih murah. "Namun, hambatan biayanya langsung besar di awal karena keharusan membeli sel baterai lithium high-discharge berharga tinggi agar controller dan BLDC bisa bekerja maksimal," ujarnya. Modifikasi motor listrik Charged Anoa, modal Rp 5 juta dibuat jadi gaya Motor Trail Artinya, komponen utama menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa jauh performa molis dapat ditingkatkan. Tampilan Selain performa, sisi tampilan juga ikut berkembang. Menurut Hendro, ada sejumlah gaya yang mulai terlihat dalam modifikasi motor listrik. "Di sektor tampilan, trennya terbagi antara gaya Sleeper yang mengubah motor listrik seperti Vespa matik atau molis komplek menjadi bertenaga listrik buas dan konsep Cyberpunk/Proper Matic pada molis modern," ujarnya. Konsep sleeper menarik karena dari luar motor bisa terlihat relatif standar. Namun, di balik tampilannya, performanya sudah jauh berbeda dari kondisi standar. Sementara itu, konsep Cyberpunk atau Proper Matic lebih menonjolkan karakter motor listrik sebagai kendaraan modern. Ubahan dapat dilakukan pada bodi, pencahayaan, kaki-kaki, hingga detail-detail pendukung lainnya. Modifikasi motor listrik Gesits G1 berjenis mid-drive menggunakan komponen Rantai