Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengisyaratkan, kendaraan listrik dengan teknologi hibrida atau hybrid electric vehicle (HEV) tidak mendapat insentif untuk periode 2026 ini. Menurut Airlangga, pertumbuhan penjualan dan produksi HEV sudah menunjukkan hasil positif. Selain itu, sebagian besar kendaraan hybrid yang dipasarkan di Indonesia juga telah diproduksi secara lokal. "Sekarang hybrid penjualannya naik karena dengan infrastruktur terbatas, teknologi ini jadi solusi bagi masyarakat sebelum masuk ke BEV (battery electric vehicle)," kata Airlangga saat mengunjungi GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (7/8/2026). "Karena sudah jalan, insentifnya sudah full. Insentif itu diberikan untuk produksi nasional, dan ini produksinya sudah nasional," kata dia. Namun, ia menilai tujuan pemberian insentif untuk mendorong produksi lokal dan peningkatan kandungan dalam negeri pada kendaraan hybrid telah tercapai. "Produksinya sudah bagus, penjualan juga sudah naik 45 persen dibandingkan tahun lalu. Jadi tujuan pemerintah untuk menaikkan local content sudah tercapai," katanya. Penjualan Hybrid Melonjak Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hybrid dari pabrik ke diler atau wholesales mencapai 42.366 unit sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut meningkat 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika penjualan HEV tercatat sebanyak 28.817 unit. Veloz Hybrid EV Kinerja produksi juga menunjukkan pertumbuhan. Pada semester I/2026, produksi HEV mencapai 57.234 unit, naik 39,9 persen dibandingkan 40.903 unit pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan HEV tersebut memang masih berada di bawah BEV dari sisi penjualan. Wholesales mobil listrik berbasis baterai mencapai 69.739 unit pada semester I/2026, melonjak 80,8 persen dari 38.576 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, produksi BEV masih jauh lebih rendah dibandingkan HEV. Sepanjang Januari-Juni 2026, produksi BEV tercatat 36.969 unit atau naik 260 persen dari 10.262 unit pada semester I/2025. Data tersebut menunjukkan industri HEV di Indonesia sudah memiliki basis produksi yang lebih matang. Sementara itu, industri BEV masih berada dalam tahap pengembangan kapasitas dan peningkatan lokalisasi. Pabrik mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang, Jawa Barat. Pernyataan Purbaya Sinyal serupa sebelumnya disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di mana, teknologi hybrid, baik mild hybrid, strong hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), maupun range extended electric vehicle (REEV), belum masuk dalam pembahasan insentif. Purbaya menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri The 20th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8/2026). "Saya belum dengar rencana itu (hybrid diberikan insentif). Yang saya dengar baru untuk BEV (battery electric vehicle), baik yang menggunakan baterai berbasis nikel maupun lithium," kata Purbaya.