Pengembangan kendaraan listrik tidak hanya dilakukan oleh pabrikan otomotif. Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) juga berhasil mengembangkan prototipe mobil listrik bernama MOLISA (Mobil Listrik Karya Mahasiswa). Mobil listrik tersebut mengusung konsep kendaraan ramah lingkungan dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Selain itu, MOLISA juga tetap dapat diisi menggunakan listrik dari PLN sehingga memiliki dua metode pengisian daya. Dekan FTI Unissula Muhammad Qomarudin mengatakan, pengembangan mobil listrik menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung teknologi ramah lingkungan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik. "Kami juga membekali mahasiswa dengan kompetensi dan mendorong civitas akademika terutama para dosen untuk melakukan riset dalam bidang green future," kata Qomarudin, dikutip dari laman resmi Unissula, Rabu (10/6/2026). Siapkan Laboratorium Kendaraan Listrik Qomarudin menjelaskan, saat ini Program Studi Teknik Elektro tengah memperkuat fasilitas laboratorium kendaraan listrik (EV) dan laboratorium energi terbarukan. Menurut dia, keberadaan laboratorium tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mendukung kegiatan riset di bidang elektrifikasi kendaraan. "Semuanya kita persiapkan untuk membekali mahasiswa memiliki keterampilan. Selain itu kami juga akan mendampingi mereka dengan sertifikasi kompetensi di bidangnya masing-masing," ujarnya. Ia mengatakan, Unissula juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra industri untuk mendukung pengembangan laboratorium maupun program magang mahasiswa. Salah satunya dengan perusahaan elektronik Polytron yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah. Molisa Unissula Dibekali Panel Surya dan Sensor Parkir Sementara itu, mahasiswa FTI Unissula, Eryan, menjelaskan mobil listrik tersebut menggunakan panel surya yang dipasang di bagian atap sebagai sumber energi tambahan. Menurut dia, saat kendaraan digunakan, panel surya tetap dapat menyuplai daya sehingga membantu memperpanjang masa pakai baterai. "Panel surya tersebut diletakkan di atas mobil. Dan ketika mobil beroperasi bisa sekaligus mengisi daya, sehingga daya akan bertahan lebih lama," kata Eryan. Selain itu, mobil juga dilengkapi sensor pendeteksi di bagian depan dan belakang dengan jangkauan sekitar dua meter. Tersedia pula indikator arus dan kapasitas baterai untuk memantau sisa energi selama kendaraan digunakan. Kecepatan Maksimal 20 Kpj Eryan mengatakan, saat ini prototipe mobil listrik tersebut memiliki kecepatan maksimal sekitar 20 kilometer per jam dengan daya tahan baterai mencapai lima jam penggunaan. Meski demikian, performa kendaraan masih akan terus disempurnakan melalui proses pengembangan selanjutnya. "(Masa pakai daya) ini masih terus dalam pengembangan," kata Eryan. Dapat Apresiasi dari Wapres Prototipe MOLISA belum lama ini mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menerima rombongan mahasiswa dan dosen Unissula di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Gibran sempat meninjau langsung kendaraan, duduk di balik kemudi, hingga membubuhkan tanda tangan pada bagian depan prototipe mobil listrik tersebut. Pada pertemuan itu Wapres juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi kendaraan listrik buatan dalam negeri agar mampu bersaing. Ia juga memberikan arahan agar mahasiswa terus mengembangkan teknologi berbasis energi hijau melalui kendaraan listrik.