Salah satu informasi yang ada pada mobil listrik ialah klaim jarak tempuh yang disertai berbagai metode pengujian, mulai dari NEDC, WLTP, CLTC, hingga EPA. Standar tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan jelajah kendaraan dalam kondisi pengujian tertentu. Salah satu metode yang cukup sering digunakan oleh pabrikan global adalah WLTP. Lantas, apa sebenarnya WLTP dan bagaimana cara kerjanya? Dikutip dari evdb.nz, WLTP merupakan singkatan dari Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure. Test Drive BYD Atto 1 Ini adalah standar pengujian internasional yang digunakan untuk mengukur konsumsi energi, emisi, dan jarak tempuh kendaraan, termasuk mobil listrik. Metode ini dikembangkan oleh United Nations Economic Commission for Europe (UNECE) dan mulai diterapkan di berbagai negara. Jarak Tempuh WLTP Untuk kendaraan listrik, jarak tempuh WLTP menunjukkan estimasi jarak maksimum yang dapat ditempuh dalam satu kali pengisian daya berdasarkan hasil pengujian standar. Perhitungannya dilakukan dengan menjalankan siklus pengujian WLTC (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Cycle) dan mengukur konsumsi energi dari kapasitas baterai yang dapat digunakan (usable battery capacity). Secara sederhana, jarak tempuh dihitung dari energi baterai yang tersedia dibagi konsumsi energi kendaraan. Test drive Geely EX2 Pro Beberapa pabrikan juga mencantumkan angka WLTP City Range atau jarak tempuh perkotaan. Perhitungan ini hanya menggunakan fase Low dan Medium dalam siklus pengujian sehingga lebih mencerminkan kondisi lalu lintas perkotaan dengan kecepatan rendah. Meski demikian, angka tersebut hanya relevan apabila kendaraan lebih banyak digunakan di jalan perkotaan dengan kecepatan di bawah 60 kilometer per jam. Sementara itu, angka yang paling sering digunakan pabrikan adalah WLTP Combined Range. Perhitungan ini menggabungkan seluruh fase pengujian, baik kecepatan rendah maupun tinggi, sehingga dianggap lebih mewakili penggunaan kendaraan dalam berbagai kondisi jalan, mulai dari perkotaan hingga jalan bebas hambatan. Karena itu, ketika pabrikan hanya mencantumkan keterangan "WLTP Range", umumnya yang dimaksud adalah WLTP Combined Range. test drive iCar V23 di jalan tol Pengujian WLTP menggunakan siklus pengujian yang disebut WLTC singkatan dari Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Cycle. Pengujian dilakukan di lingkungan yang terkontrol dengan suhu sekitar 23 derajat Celsius untuk mensimulasikan berbagai kondisi berkendara. Dalam prosesnya, kendaraan dijalankan selama sekitar 30 menit yang terbagi ke dalam empat fase, yaitu Low, Medium, High, dan Extra High. Keempat fase tersebut mewakili berbagai kondisi lalu lintas, mulai dari jalan perkotaan hingga perjalanan berkecepatan tinggi. Kecepatan maksimum dalam pengujian mencapai 131,3 kilometer per jam, sedangkan kecepatan rata-rata keseluruhan berada di angka 46,5 kilometer per jam.Konsumsi WLTP dan Efisiensi Berkendara Ilustrasi baterai mobil listrik Banyak orang menganggap konsumsi WLTP sama dengan angka efisiensi yang muncul di panel instrumen kendaraan. Padahal, keduanya berbeda. Konsumsi WLTP mengukur energi listrik yang diambil dari sumber listrik saat baterai diisi ulang. Karena itu, angka tersebut sudah memperhitungkan kehilangan energi selama proses pengisian daya atau charging loss. Kehilangan energi saat pengisian biasanya berada pada kisaran 7 hingga 12 persen, tergantung kondisi dan sistem pengisian yang digunakan. Sementara itu, angka efisiensi yang muncul di klaster instrumen atau layar kendaraan hanya menghitung energi yang digunakan dari baterai selama mobil berjalan. Data tersebut tidak memasukkan kehilangan energi saat pengisian daya. Akibatnya, angka efisiensi yang terlihat di dashboard biasanya lebih baik dibandingkan konsumsi energi berdasarkan standar WLTP. Changan Lumin vs Chery Q Mengapa Jarak Tempuh Nyata Bisa Berbeda? Perlu dipahami bahwa angka WLTP merupakan hasil pengujian laboratorium, sehingga tidak selalu sama dengan kondisi penggunaan di dunia nyata. Jarak tempuh aktual dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti suhu lingkungan, kecepatan berkendara, kondisi lalu lintas, penggunaan AC, arah dan kecepatan angin, hingga gaya mengemudi pengemudi. Selain itu, pengujian WLTP dilakukan pada suhu sekitar 23 derajat Celsius tanpa mempertimbangkan penggunaan AC atau pemanas kabin secara intensif. Karena itu, dalam penggunaan sehari-hari, jarak tempuh yang diperoleh pengendara sering kali lebih rendah dibanding angka WLTP yang diklaim pabrikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang