JAKARTA, KOMPAS.com – Hyundai kembali memperluas eksplorasi kendaraan listriknya ke segmen rekreasi. Lewat konsep camper berbasis Staria Electric yang dipamerkan di ajang Caravan, Motor und Touristik Showa, pabrikan asal Korea Selatan itu menampilkan gambaran mobil listrik yang dirancang khusus untuk kebutuhan berkemah modern. Dikutip dari Carscoops, Kamis (22/1/2026), Staria Camper Concept diproyeksikan untuk menunjang aktivitas perjalanan jarak jauh, termasuk ke area off-grid atau wilayah yang minim akses listrik. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, Hyundai membekalinya dengan kanopi tarik serta atap pop-up elektrik yang terintegrasi langsung dengan bodi, guna meredam kebisingan angin saat kendaraan melaju. Menariknya, bagian atap dilengkapi panel surya berdaya 520 watt yang mampu menghasilkan listrik hingga 2,6 kWh per hari. Energi ini dapat dimanfaatkan untuk mengoperasikan perangkat di dalam kabin sekaligus membantu memperpanjang jarak tempuh kendaraan. Hyundai Staria listrik camper Dari sisi kenyamanan, Hyundai menyematkan teknologi smart glass atau kaca pintar yang dapat diatur tingkat transparansinya secara elektronik. Pengaturan dilakukan melalui layar sentuh khusus yang ditempatkan di bagian belakang kabin. Tak hanya menjaga privasi, kaca ini diklaim memiliki kemampuan lebih baik dalam menahan paparan sinar UV, panas, serta meredam suara dibandingkan kaca konvensional. Meski demikian, Hyundai tetap menyediakan tirai sebagai pelengkap. Secara tampilan, desain eksterior masih mempertahankan bentuk dasar Staria Electric. Namun terdapat tambahan konektor air dan listrik yang ditempatkan di dekat lampu belakang untuk menunjang kebutuhan berkemah. Hyundai Staria listrik camper Masuk ke kabin, kursi baris kedua dan ketiga dapat dilipat rata sehingga membentuk area tidur luas untuk dua orang dewasa. Di sisi interior juga tersedia meja panjang yang dilengkapi wastafel, ruang penyimpanan, serta kulkas berkapasitas 36 liter. Fitur lain yang turut disematkan antara lain meja lipat di dalam kabin, papan gantung multifungsi, pencahayaan khusus, kursi penumpang depan yang dapat diputar, serta sistem pengatur suhu kabin untuk menjaga kenyamanan saat malam hari. Tak hanya itu, pintu bagasi belakang dapat dibuka untuk menampilkan meja lipat tambahan serta fasilitas shower luar ruangan. Hyundai Staria listrik camper Meski masih berstatus konsep, Hyundai membuka peluang untuk memproduksi model ini secara massal. Pabrikan asal Korea Selatan tersebut mengaku tengah mengumpulkan masukan dari komunitas pecinta camping, caravan, dan petualangan di Eropa maupun wilayah lainnya. Jika masuk tahap produksi, spesifikasinya akan mengacu pada Staria Electric standar, yang dibekali baterai 84 kWh dan motor listrik depan bertenaga 215 hp. Kombinasi tersebut memungkinkan jarak tempuh hingga 400 kilometer berdasarkan standar WLTP. Sementara untuk pengisian daya, baterai dapat diisi dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit menggunakan pengisian cepat DC. Hyundai Staria di IIMS 2025 Staria Listrik di Indonesia Sebagai informasi, saat ini Hyundai Motor Indonesia (HMID) baru menawarkan Staria bermesin diesel dengan harga mulai Rp 954,8 juta untuk tipe Signature 9, dan Rp 1,095,6 miliar untuk tipe Signature 7. Kendati demikian, HMID tidak menutup kemungkinan bakal membawa varian listrik ke Indonesia. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto. Menurutnya, saat ini Hyundai sedang menuju ke kendaraan ramah lingkungan. Tentunya, dengan memperhatikan emisi gas buangnya. "Jadi untuk Staria ya, kita memang lagi mempertimbangkan apakah akan ada versi hybrid atau bahkan versi EV," ujar Fransiscus, kepada wartawan, belum lama ini. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang