Hyundai Motor Company memanfaatkan momen Brussels Motor Show dengan memamerkan Staria Electric. MPV listrik tersebut diklaim bisa menempuh jarak hingga 400 km. Dikutip dari Thekoreancarblog.com, Sabtu (10/1/2026), kehadiran Staria Electric menandai lompatan besar dalam segmen MPV listrik. Model ini juga menjadi MPV listrik pertama Hyundai. Staria Electric disebutkan menggabungkan mobilitas listrik nol emisi, teknologi pengisian daya 800 volt terdepan, dan filosofi desain “Inside-Out” yang berorientasi pada pengguna khas Hyundai. Model ini menetapkan standar baru untuk transportasi keluarga, rekreasi, dan profesional modern di seluruh Eropa. Hyundai Staria Electric “Staria Electric membawa keahlian EV kami ke dalam kendaraan yang sudah dikenal dan dipercaya oleh banyak pelanggan, menggabungkan ruang dan fleksibilitas impresif Staria dengan sistem pengisian cepat bertegangan tinggi baru dan interior yang diperbarui untuk menyediakan mobilitas listrik praktis dan efisien untuk penggunaan sehari-hari di seluruh Eropa," ujar Xavier Martinet, Presiden dan CEO Hyundai Motor Europe. Varian Staria semakin lengkap dengan kehadiran Staria Electric. MPV ini juga hadir dengan beragam mesin, mulai mesin bensin, mesin diesel, hingga mesin hybrid. Secara tampilan, tidak jauh berbeda dengan Staria lainnya, tapi dengan grill tertutup. Tampilannya masih futuristik, senada dengan mobil Hyundai lainnya, seperti Kona Electric, Santa Fe, Ioniq 5, dan lainnya. Hyundai Staria Electric Masuk ke interior, perbedaannya juga tidak banyak dari varian Staria lainnya. Bagian yang berbeda ada pada tuas transmisi, pada Staria Electric tuasnya ada di area setir. Kabin Staria cukup lapang dan fleksibel. Hyundai menawarkan dua pilihan konfigurasi bangku, yakni 7-penumpang dan 9-penumpang. Staria Electric dibekali baterai berkapasitas 84 kWh dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 km. MPV listrik ini juga dibekali dengan kemampuan ultra fast charging, dari 10 persen hingga 80 persen hanya butuh 20 menit. Hyundai Staria Electric Tenaga yang dihasilkan dari motor listriknya mencapai 160 kW. Kemudian, Hyundai juga tetap menyediakan fitur vehicle-2-load (V2L). Hyundai Motors Indonesia (HMID) juga memasarkan Staria, tapi hanya varian mesin diesel 2.2 L. Mobil keluarga ini dibanderol Rp 954,8 juta (OTR Jakarta) dan diimpor langsung dari Korea Selatan. Jika peminatnya tinggi, tidak menutup kemungkinan Staria Electric dipasarkan juga di Indonesia. Pada segmen MPV listrik premium, pemainnya juga masih sangat terbatas, yakni Denza D9, Xpeng X9, VW ID.Buzz, dan Maxus Mifa 9. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang