Serah terima jabatan CEO Toyota dari Koji Sato (kiri) ke Kenta Kon (kanan). Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation (TMC), baru saja mengumumkan perombakan besar-besaran pada struktur kepemimpinan puncaknya. Terhitung mulai 1 April 2026, Koji Sato resmi menanggalkan jabatannya sebagai Presiden dan CEO Toyota untuk mengemban tugas baru yang lebih luas bagi industri nasional Jepang. Posisi kursi nomor satu di Toyota tersebut akan diserahkan kepada Kenta Kon, yang sebelumnya menjabat sebagai Operating Officer sekaligus Chief Financial Officer (CFO). Transisi kepemimpinan ini menandai babak baru bagi Toyota dalam membagi fokus antara penguatan internal perusahaan dan kolaborasi industri global. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Disadur VIVA Otomotif dari keterangan resmi TMC, Senin 9 Februari 2026, Koji Sato tidak benar-benar pergi; ia akan menduduki posisi Wakil Ketua (Vice Chairman) sekaligus peran yang baru dibentuk, yakni Chief Industry Officer (CIO). Langkah ini diambil setelah Sato terpilih sebagai Ketua Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) pada Januari 2026 dan Wakil Ketua KEIDANREN (Federasi Bisnis Jepang) sejak Mei 2025. Dengan beban tugas di JAMA dan KEIDANREN, Sato diharapkan menjadi dirigen utama dalam memperkuat daya saing industri manufaktur Jepang di kancah internasional. Fokusnya kini beralih dari sekadar mengelola satu perusahaan menjadi jembatan kolaborasi antar-industri untuk menghadapi tantangan elektrifikasi dan netralitas karbon global.Keputusan ini tidak lepas dari restu Akio Toyoda, Chairman Toyota sekaligus cucu pendiri perusahaan yang masih menjadi figur sentral di balik strategi besar TMC. Hubungan keduanya dikenal sangat erat; Sato sering disebut sebagai "anak didik" yang dipilih langsung oleh Toyoda untuk mewarisi semangat car-making atau monozukuri yang mendalam. Meskipun Sato bergeser ke posisi Wakil Ketua, ia tetap berada di bawah koordinasi langsung Akio Toyoda dalam jajaran dewan direksi. Akio Toyoda diyakini tetap menjadi "gravitasi" utama perusahaan, sementara Sato bertugas mengeksekusi visi Toyoda di level industri nasional dan internasional agar Toyota tidak berjalan sendirian menghadapi gempuran merek EV Tiongkok.Di sisi lain, penunjukan Kenta Kon sebagai Presiden dan CEO baru juga merupakan bagian dari lingkaran dalam (inner circle) Akio Toyoda. Kon dikenal sebagai sosok di balik layar yang sukses memperkuat struktur pendapatan Toyota dan pernah menjabat sebagai sekretaris pribadi Toyoda sebelum naik ke posisi CFO. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pengalamannya dalam manajemen lintas fungsi di Woven by Toyota menjadi modal besar untuk mempercepat transformasi Toyota menjadi perusahaan mobilitas. Di bawah kendali Kon, Toyota diharapkan lebih lincah dalam mengambil keputusan internal dan melakukan reformasi di seluruh rantai nilai (value chain) tanpa terkotak-kotak oleh segmentasi fungsi.Perubahan ini diputuskan dalam rapat dewan direksi pada 6 Februari 2026 setelah mempertimbangkan beban kerja Sato yang luar biasa besar sebagai koordinator industri otomotif Jepang. Dewan direksi menilai bahwa kontribusi terhadap industri secara luas adalah tanggung jawab moral Toyota sebagai pemimpin pasar.