Politisi Indonesia, Akbar Faizal, mengeluhkan mobil listrik BYD Seal Premium miliknya yang bermasalah dan tak kunjung tuntas selama empat bulan. Mantan anggota DPR RI periode 2009–2013 dan 2014–2019 ini menyampaikan keluhan tersebut melalui media sosial pribadinya. Akbar menilai performa penjualan BYD cukup kuat, tetapi belum diimbangi layanan purna jual yang memadai. “Saya membeli BYD Seal Premium di Sudirman. Desember 2025, mobil bermasalah karena oleng dan joget saat dikendarai,” ujar Akbar dilansir akun Instagram pribadinya Jumat (10/4/2026). Menurut dia, penanganan kasus berjalan tidak optimal karena diduga terjadi saling lempar tanggung jawab antara diler, perusahaan pembiayaan, asuransi, hingga bengkel rekanan. Mobil sempat dinyatakan selesai diperbaiki dalam dua bulan. Namun, Akbar menilai analisis bengkel keliru sehingga kondisi kendaraan justru memburuk. “Dua bulan mobil saya tidak jelas nasibnya, dan ternyata mereka salah analisa, sehingga kerusakan semakin parah,” tulisnya. Karena tak kunjung ada kejelasan, Akbar akhirnya mengembalikan mobil ke pihak BYD. Hingga kini, persoalan disebut telah memasuki bulan keempat tanpa penyelesaian. Situasi makin kompleks dengan keterlibatan perusahaan pembiayaan, Clipan Finance, yang disebut turut terseret dalam polemik tanggung jawab. Pada Maret 2026, Akbar sempat menunda cicilan meski akhirnya tetap dibayarkan. Namun memasuki April, ia memutuskan menghentikan pembayaran karena kondisi mobil belum jelas. “April saya tidak bayar karena mobil tak jelas, dan mereka menelepon seperti orang gila menggunakan puluhan nomor dan saya abaikan,” ujarnya. BYD Seal Performace AWD Tak lama berselang, pihak leasing mengirimkan surat peringatan pertama. Akbar menilai perusahaan pembiayaan tidak mempertimbangkan kondisi kendaraan sebagai objek kredit. Akbar pun melayangkan somasi kepada BYD, Clipan Finance, serta perusahaan asuransi Asuransi MAG, sekaligus menyoroti peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Respons BYD Indonesia Menanggapi hal tersebut, Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, membenarkan adanya laporan dari jaringan diler. Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah meminta diler untuk segera berkoordinasi dengan konsumen guna mengumpulkan informasi secara lengkap dan akurat, sekaligus menghindari potensi miskomunikasi. "Saat ini kami sedang minta pihak diler segera berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk konsumen untuk mengumpulkan informasi yang lengkap dan akurat, guna memastikan tidak terjadi miskomunikasi," kata Luther kepada Kompas.com, Minggu (12/4/2026). Luther menegaskan, BYD menghargai setiap masukan pelanggan dan mendorong penanganan keluhan dilakukan secara cepat serta solutif. Test drive BYD Seal Performace AWD Luther juga menambahkan, informasi yang beredar sejauh ini masih belum lengkap sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut. “Sampai dengan saat ini informasi belum sepenuhnya lengkap, masih dalam komunikasi. Namun kami minta diler mengedepankan respons yang cepat dalam menangani setiap keluhan pelanggan lebih dulu,” jelas Luther. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang