Pasar mobil listrik nasional semakin memanas pada awal 2026. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi mobil listrik dari pabrik ke diler pada Februari 2026 mencapai 12.272 unit. Angka ini melonjak hampir 20 persen dibandingkan Januari 2026 yang masih berada di level 10.236 unit. Jaecoo J5 EV Di tengah lonjakan tersebut, BYD Atto 1 tampil sebagai bintang utama dengan distribusi mencapai 3.700 unit. Angka ini jauh meninggalkan rival terdekatnya. Namun, yang tak kalah mencuri perhatian adalah Jaecoo J5, yang meraih posisi kedua dengan torehan 2.926 unit meski terbilang pemain baru. Interior BYD Atto 1 Terkait harga, perbedaan keduanya cukup berjarak. Jaecoo J5 EV BYD Atto 1 menjadi salah satu EV paling terjangkau dengan banderol mulai sekitar Rp 199 juta hingga Rp 235 juta, tergantung varian. Sementara Jaecoo J5 bermain di kelas yang lebih tinggi dengan kisaran harga sekitar Rp 249 juta hingga Rp 299 jutaan. Selisih harga ini menjadi salah satu faktor kuat yang mendorong popularitas Atto 1 di pasar. Masuk ke sektor performa, karakter keduanya juga berbeda. BYD Atto 1 dibekali motor listrik 55 kW atau setara sekitar 75 tk dengan torsi 135 Nm, cukup untuk mobilitas harian di dalam kota. Sebaliknya, Jaecoo J5 menawarkan performa jauh lebih besar dengan tenaga mencapai 155 kW atau sekitar 210 tk dan torsi 288 Nm, memberikan akselerasi yang lebih responsif untuk berbagai kondisi jalan. Dari sisi baterai dan jarak tempuh, Jaecoo J5 kembali unggul. SUV listrik ini mengusung baterai sekitar 60,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 460 km (NEDC). Sementara BYD Atto 1 menggunakan baterai berkapasitas sekitar 30–38 kWh dengan jarak tempuh di kisaran 300–380 km (NEDC). Spesifikasi ini menegaskan fokusnya sebagai mobil listrik perkotaan yang mengedepankan efisiensi, sehingga tetap relevan untuk kebutuhan harian. Perbedaan juga terlihat dari dimensi dan peruntukan. Jaecoo J5 hadir sebagai SUV dengan panjang sekitar 4.380 mm, lebar 1.860 mm, dan ground clearance sekitar 200 mm, memberikan fleksibilitas untuk berbagai kondisi jalan. Sementara itu, BYD Atto 1 berformat hatchback kompak dengan panjang sekitar 3.780 mm, lebar 1.715 mm, dan ground clearance di kisaran 140–150 mm, sehingga lebih ringkas dan mudah bermanuver di area perkotaan. BYD Atto 1 menyasar konsumen pemula yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan biaya terjangkau. Sementara Jaecoo J5 menawarkan paket lebih lengkap, mulai dari performa, fitur kenyamanan, hingga kemampuan jelajah jarak jauh. Secara keseluruhan, dominasi keduanya pada Februari 2026 menunjukkan bahwa pasar EV Indonesia semakin beragam. BYD Atto 1 unggul sebagai mobil listrik praktis dan ekonomis, sedangkan Jaecoo J5 menjadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan performa dan utilitas lebih dalam satu kendaraan listrik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang