Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengklaim, program makan bergizi gratis (MBG) turut mendongkrak penjualan otomotif di Indonesia tahun lalu. Sebab, selain meningkatnya kebutuhan armada, para karyawan memiliki kesanggupan membeli kendaraan baru.Dadan menjelaskan, kontribusi itu berasal dari pembelian kendaraan roda dua oleh sejumlah pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebanyak 60 persen dari total pegawai SPPG berkontribusi terhadap penjualan motor sepanjang 2025. "Program MBG tidak hanya menyasar produk-produk pertanian seperti bahan baku (yang mendapat untung dari program MBG)," ujar Dadan, dikutip dari Antaranews, Senin (16/2)."Tetapi berdasarkan data dari perusahaan kendaraan bermotor, angka penjualan motor di Indonesia mencapai 4,9 juta unit di tahun 2025 yang terdongkrak oleh MBG. Di SPPG, 60 persen pegawainya bisa beli motor," tambahnya.Pegawai MBG. Foto: ANTARA FOTO/Andry DenisahProgram MBG juga mendorong penjualan mobil komersial di Indonesia. Sebab, dapur-dapur umum membutuhkan armada untuk mengangkut makanan ke sekolah-sekolah tujuan.Di tempat berbeda, Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) Tri Mulyono membenarkan, program MBG mendorong penjualan mobil di Indonesia. Namun, kata dia, pembeli kendaraan terkait menggunakan nama pribadi, bukan institusi.Hal itu membuat perusahaan tidak dapat mengidentifikasi secara spesifik berapa unit yang benar-benar digunakan untuk proyek tersebut."Sehingga kami sebenarnya tidak bisa mengidentifikasi apakah ini digunakannya untuk apa, karena kan namanya tidak spesifik dengan naming tertentu gitu, dengan nama pribadi," tutur Tri."Kalau terdampak (program MBG), iya. Tetapi kalau berapa besar rasanya memang tidak bisa sampai ke sana," kata dia menambahkan.Hal senada juga disampaikan Sri Agung Handayani selaku Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Hanya saja, sama seperti Tri, dia tak bisa mengungkap sebesar apa dampaknya untuk pabrikan."Perlu kami sampaikan, ada (dampaknya ke penjualan mobil)," kata dia.