Awal tahun masih menjadi periode krusial bagi industri otomotif nasional untuk membaca arah pasar sepanjang tahun. Dalam 1–1,5 bulan pertama, performa penjualan kendaraan dinilai bisa menjadi indikator penting apakah tren industri akan bergerak positif atau justru melambat. Karena itu, penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 diposisikan bukan sekadar ajang pameran, melainkan sebagai platform strategis untuk mendorong sekaligus mengukur daya serap pasar. Toyota Corolla Cross Hybrid Facelift di IIMS 2025 Industri berharap pameran ini mampu memicu transaksi sejak awal tahun dan membangun kepercayaan pasar. Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, IIMS dirancang untuk menghadirkan peran yang lebih luas bagi industri otomotif. Menurutnya, pameran ini tidak hanya menjadi ruang euforia bagi masyarakat, tetapi juga sarana untuk mendorong pertumbuhan industri roda dua, roda empat, hingga sektor pendukung lainnya. “IIMS ini merupakan sebuah platform, tidak hanya untuk masyarakat ber-euforia di industri otomotif, tapi juga untuk meningkatkan pertumbuhan industri roda empat, roda dua, serta ekosistemnya,” ujar Daswar di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Penampilan musisi Iwan Fals di IIMS 2025 Ia menambahkan, capaian penjualan di awal tahun sangat menentukan arah industri ke depan. Jika tren penjualan sudah terbentuk positif sejak Januari hingga pertengahan Februari, maka optimisme pelaku industri pun ikut menguat. “Ini kan masih tahun baru, 1–1,5 bulan di awal tahun itu bisa meningkatkan penjualan mobil. Kalau trennya bagus, ya pasti ke depannya juga bagus,” kata Daswar. Selain memberi dampak bagi industri, IIMS juga diharapkan menjadi momentum bagi konsumen. Beragam produk baru, teknologi terkini, hingga program penjualan disebut bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat yang tengah merencanakan pembelian kendaraan. Menurut Daswar, efek dari pameran otomotif tidak berhenti pada transaksi semata. Jika penjualan bergerak positif, industri dapat menikmati hasilnya, konsumen memperoleh pilihan produk terbaik, dan pada akhirnya roda ekonomi ikut berputar. “Harapannya industri bisa menikmati hasil penjualan ini, konsumen juga bisa di-spoil dengan produk-produk baru, dan total ekonominya bisa meningkat,” ujarnya. Ragam Aksesri di IIMS 2025. Lebih lanjut, ia menilai momentum sebelum Lebaran juga menjadi faktor penting. Periode ini kerap dimanfaatkan keluarga untuk mengambil keputusan pembelian besar, termasuk kendaraan, sehingga pameran otomotif bisa menjadi tolok ukur minat dan kemampuan beli masyarakat sepanjang tahun. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, IIMS 2026 diharapkan mampu menjadi penanda awal tren industri otomotif nasional, sekaligus mendorong optimisme pasar sejak awal tahun berjalan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang