Gagasan mobil nasional terus menguat sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian industri otomotif dalam negeri. Namun, pengembangan kendaraan buatan lokal dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai kehadiran sebuah produk semata. Menurut Harsusanto, Presiden Direktur PT Teknologi Militer Indonesia yang terlibat dalam pengembangan konsep mobil nasional, proyek tersebut harus dilihat sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. “Mobil ini bukan cuma soal kendaraan, tapi bisa menimbulkan multiplier effect yang besar,” ujar Harsusanto kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026). Menurut dia, dampak berantai dari industri otomotif jauh lebih luas dibanding sekadar penjualan unit kendaraan. Ketika aktivitas manufaktur tumbuh di dalam negeri, efeknya akan dirasakan oleh banyak sektor pendukung, mulai dari pemasok komponen, tenaga kerja, hingga pengembangan teknologi. “Kalau manufakturnya hidup di dalam negeri, kesejahteraan banyak orang ikut meningkat,” kata Harsusanto. TMI mendapat mandat Presiden RI kembangkan mobil nasional dengan IP lokal, target produksi massal pada 2027-2028. Ia menilai selama ini Indonesia masih berada pada posisi yang rentan, karena lebih banyak berperan sebagai pasar. Kondisi tersebut berisiko membuat industri dalam negeri sulit berkembang jika tidak diimbangi dengan penguatan produksi dan teknologi lokal. “Jangan sampai Indonesia cuma jadi pasar jualan, tapi industrinya tidak tumbuh,” ujarnya. Lebih lanjut, Harsusanto menekankan bahwa tantangan terbesar mobil nasional bukan pada proses merakit kendaraan. Menurut dia, membangun satu model mobil relatif lebih mudah dibanding membangun industri yang menopangnya secara berkelanjutan. “Membangun mobil itu mudah, membangun industri mobil itu yang sulit,” ucapnya. Karena itu, ia menegaskan pentingnya ekosistem sebagai fondasi utama. Tanpa dukungan rantai pasok, sumber daya manusia, kebijakan, dan riset yang konsisten, produk mobil nasional berisiko berhenti sebatas proyek sesaat. “Ekosistemnya yang menentukan, bukan hanya produknya,” kata Harsusanto. Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa ambisi mobil nasional membutuhkan pendekatan jangka panjang. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari hadirnya kendaraan buatan lokal, tetapi dari sejauh mana industri otomotif nasional mampu tumbuh, berdaya saing, dan memberi manfaat ekonomi yang luas. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang