Mengantongi penjualan ritel sebanyak 137.835 unit dan market share 16,5 persen, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menutup 2025 dengan mempertahankan posisi nomor dua penjualan otomotif nasional. Bicara soal model yang menopang pencapaian tersebut, seri Gran Max masih menjadi kontributor utama. Sepanjang 2025, mobil niaga ringan itu terjual sebanyak 61.871 unit dan memimpin pangsa pasar 65 persen di segmen commercial low. Lebih rinci, Gran Max pikap menjadi varian terlaris dengan penjualan 43.199 unit. Berikutnya, tipe minibus mencatat 18.672 unit atau menguasai sekitar 92 persen pasar di segmen semi commercial. Menariknya, pencapaian positif Gran Max tahun lalu tak lepas dari efek program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana unitnya banyak digunakan untuk distribusi ke sekolah-sekolah. Mazda Bongo kembaran Daihatsu Gran Max meluncur di Jepang Hal ini diakui Direktur Marketing dan Corporate Communication PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani. Ia menjelaskan ada dampak positif dari program MBG terhadap penjualan Gran Max. “Perlu kami sampaikan ada (dampak MBG). Kalau terkait besarannya untuk kegiatan dari proyek MBG sendiri, sebenarnya kami tidak bisa secara spesifik menyebutkan,” kata Agung di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Menurutnya, ada beberapa model komersial yang tumbuh tahun lalu. Selain segmen pikap medium dan pikap low, kategori semi commercial juga meningkat. Hal tersebut disebabkan tiga faktor, yakni pertumbuhan e-commerce yang cukup besar, perkembangan infrastruktur yang membutuhkan kendaraan pendukung, serta belanja pemerintah termasuk MBG. Sementara itu, Tri Mulyono, Marketing & CR Division Head PT Astra International–Daihatsu Sales Operation, menjelaskan terkait MBG model Gran Max yang banyak digunakan merupakan tipe blind van atau pikap. “Untuk MBG umumnya berbentuk boks, tapi saat ini kami memenuhinya dengan pikap yang kemudian dikaroseri menjadi blind van. Namun untuk blind van itu sendiri kami tidak bisa mengidentifikasi karena pembeliannya menggunakan nama pribadi,” ujar Tri. Daihatsu Gran Max AT “Sehingga kalau ditanya berapa besar (penjualan untuk MBG), rasanya kami juga tidak bisa secara pasti memberikan informasi tersebut. Jadi terdampak iya, tapi berapa besar memang tidak bisa sampai ke sana,” lanjutnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang