Genap satu tahun hadir di pasar otomotif nasional, Jaecoo menegaskan posisinya sebagai pemain baru di segmen SUV premium dengan fokus pada teknologi elektrifikasi. Mengandalkan Super Hybrid System (SHS) dan lini kendaraan listrik murni (BEV), merek ini mencatat pertumbuhan cepat dari sisi produk, jaringan diler, hingga pemesanan kendaraan. Perayaan satu tahun kehadiran Jaecoo di Indonesia berlangsung bertepatan dengan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. Pada pameran tersebut, Jaecoo menampilkan jajaran SUV andalannya, seperti J5 EV, J7 SHS-P, dan J8 SHS-P Ardis. Sejak masuk ke Indonesia pada awal 2025, Jaecoo membawa beberapa model utama, mulai dari J7 SHS-P, J8 SHS-P Ardis, J8 Ardis, hingga J5 EV yang menjadi model terbaru. Seluruh produk tersebut mengusung pendekatan elektrifikasi dengan kombinasi efisiensi dan performa sebagai nilai jual utama. Jaecoo Jim Ma Pencapaian Jaecoo di Indonesia “Pencapaian dan perjalanan Jaecoo di Indonesia sungguh melampaui ekspektasi kami. Dari pengenalan teknologi SHS di model J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS hingga antusiasme yang luar biasa terhadap J5 EV, terlihat jelas bahwa konsumen Indonesia mendambakan kendaraan segmen SUV yang efisien tanpa mengorbankan performa. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap inovasi elektrifikasi yang relevan dengan kebutuhan mobilitas nyata,” ujar Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma di IIMS 2026, Sabtu (7/2/2026). Dalam kurun satu tahun, Jaecoo juga mencatat sejumlah capaian strategis. Salah satunya meraih Rekor MURI sebagai mobil plug-in hybrid dengan jarak tempuh terjauh, yakni 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian energi dan bahan bakar. Jaecoo J7 AWD Pengujian dilakukan pada September 2025 dengan melintasi berbagai kondisi jalan, menggunakan J8 SHS Ardis. Model tersebut juga menjadi mobil PHEV pertama yang digunakan sebagai Zero Car pada ajang Indonesia Rally Raid Adventure (IRRA), untuk menunjukkan ketangguhan sistem elektrifikasi di medan off-road. Dari sisi teknologi, Jaecoo mengembangkan Super Hybrid System (SHS) yang dirancang untuk mengatasi keterbatasan sistem hybrid konvensional. Sistem ini menggabungkan kerja motor listrik dan mesin secara adaptif, dengan tujuan menjaga efisiensi energi sekaligus performa tetap responsif. Dalam penggunaan harian, J7 SHS-P diklaim dapat berjalan dalam mode listrik penuh hingga sekitar 100 kilometer, dengan perpindahan sumber tenaga berlangsung otomatis sesuai kebutuhan berkendara. Ekspansi Jaringan dan Pemesanan Ekspansi jaringan juga dilakukan secara agresif. Hingga kini, Jaecoo telah memiliki 25 diler berstandar global yang tersebar di berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Palembang, Pekanbaru, Batam, Pontianak, Balikpapan, dan Makassar. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 80 diler hingga akhir 2026. Sementara itu, peluncuran J5 EV turut mendorong lonjakan pemesanan. Model ini mencatat lebih dari 2.000 surat pemesanan kendaraan (SPK) dalam dua hari pertama peluncuran di Indonesia. Secara total, pemesanan hingga akhir Januari 2026 telah mencapai 12.000 unit. Untuk memenuhi permintaan, Jaecoo meningkatkan kapasitas produksi dan penguatan rantai pasok. Hingga Januari 2026, lebih dari 3.000 unit J5 EV telah dikirim ke konsumen di berbagai wilayah. Pabrikan juga menargetkan pemangkasan waktu tunggu (inden) dengan tetap menjaga standar kontrol kualitas produk. Pada IIMS 2026, Jaecoo menempati Hall B3 JIExpo Kemayoran dengan menampilkan lini SUV elektrifikasinya. Selain itu, tersedia juga program “J5 EV Co-Creation” yang mengajak pengunjung mengikuti survei interaktif untuk memberi masukan terkait desain dan fitur kendaraan di masa mendatang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang