Industri sepeda motor menjadi salah satu penopang kinerja industri alat angkutan lainnya yang mencatat ekspansi pada September 2026. Subsektor tersebut menjadi penyumbang ekspansi terbesar kedua dalam Indeks Kepercayaan Industri (IKI) September 2026. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Feby Setyo Hariyono mengatakan, industri alat angkutan lainnya (KBLI 30) menunjukkan performa positif pada September 2026. Pesanan dan produksinya juga masih berada dalam fase ekspansi. "Pada September 2026, industri alat angkutan lainnya (KBLI 30) menunjukkan performa yang menggembirakan,” ujar Feby, dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026). Yamaha Indonesia mencatat ekspor lebih dari 3 juta sepeda motor ke lebih dari 40 negara, termasuk model global seperti MT-07. “Subsektor ini menjadi penyumbang ekspansi terbesar kedua pada IKI September 2026 dan berada pada tingkat ekspansi tertinggi kedua di antara seluruh sektor industri, dengan pesanan dan produksi yang juga berada dalam fase ekspansi," kata dia. Kinerja tersebut salah satunya ditopang industri sepeda motor yang masih mencatat pertumbuhan penjualan di pasar domestik maupun ekspor. Penjualan Motor Tembus 4,36 Juta Unit Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, penjualan sepeda motor domestik sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 4,36 juta unit. Angka tersebut meningkat 2,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Karyawan AHM melakukan proses perakitan sepeda motor New Honda Sonic 150R di pabrik AHM di kawasan Pegangsaan, Jakarta Timur. Tak hanya pasar dalam negeri, kinerja ekspor sepeda motor juga menunjukkan pertumbuhan. Ekspor sepeda motor dalam bentuk completely built-up (CBU) secara kumulatif meningkat 18,19 persen. Sementara ekspor komponen sepeda motor tumbuh lebih tinggi, yakni 28,87 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa industri sepeda motor tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap aktivitas manufaktur dan perdagangan luar negeri. IKI Manufaktur Masih Ekspansi Secara keseluruhan, industri manufaktur nasional masih berada dalam fase ekspansi pada September 2026. Hal itu tercermin dari IKI yang berada di level 51,93, meski turun 0,37 poin dibandingkan Agustus yang mencapai 52,30. Honda Vario 125 Street di booth Honda di IIMS 2026 Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 15 subsektor mengalami ekspansi dan delapan subsektor mengalami kontraksi. Subsektor yang ekspansif tersebut berkontribusi 84,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada kuartal II 2026. Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, kinerja industri pada September masih ditopang peningkatan permintaan baru. Namun, produksi sedikit menurun dan persediaan meningkat akibat antara lain kenaikan biaya logistik serta sikap pelaku industri yang masih menunggu perkembangan pasar domestik. Ilustrasi pabrik motor Benelli di Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat "Pesanan masih ekspansif dan bahkan mengalami peningkatan. Artinya, permintaan terhadap produk industri masih ada. Namun, pada saat yang sama pelaku industri melakukan penyesuaian terhadap produksi dan persediaannya," kata Febri. Menurut Feby, momentum ekspansi industri alat angkutan perlu dijaga melalui penguatan kapasitas produksi, rantai pasok, serta keberlanjutan permintaan. Dengan demikian, industri sepeda motor dan subsektor terkait dapat terus berkontribusi terhadap kinerja manufaktur nasional.