Penjualan sepeda motor di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan bahwa pasar roda dua nasional masih sangat bergantung pada skema pembiayaan. Saat terjadi tekanan daya beli, terutama di segmen ekonomi menengah ke bawah, pembelian motor secara kredit menjadi penopang utama agar permintaan tetap bergerak, walaupun pertumbuhannya terbilang tipis. Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan bahwa kondisi pendanaan yang relatif kuat dan sehat membuat masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli sepeda motor, meski daya beli tidak sepenuhnya pulih. Ilustrasi booth Yamaha yang memajang Gear Ultima di PRJ 2025 Menurutnya, kontribusi pembelian secara kredit yang mencapai sekitar 65 persen menempatkan industri pembiayaan sebagai support system penting dalam menjaga laju permintaan. “Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ujar Sigit kepada Kompas.com, Senin (26/1/2026). Sepeda motor kembali diposisikan sebagai alat mobilitas sekaligus penunjang aktivitas ekonomi, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan roda dua untuk bekerja atau berusaha. Deretan motor di booth Suzuki pada ajang Jakarta Fair 2024 Dalam kondisi seperti ini, kemudahan kredit menjadi solusi paling realistis bagi konsumen untuk tetap bisa memiliki kendaraan tanpa harus mengeluarkan dana besar di awal. Dari sisi wilayah, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa menjadi penyeimbang bagi perlambatan penjualan di Pulau Jawa. Kinerja positif sektor komoditas di sejumlah daerah luar Jawa turut mendorong daya beli masyarakat setempat. Booth TVS Motor di PRJ 2025 Kondisi ini mampu mengompensasi pelemahan pasar di Pulau Jawa, yang pada tahun lalu dihadapkan pada tantangan industri hingga menyebabkan sebagian perusahaan merumahkan karyawan. Secara total, penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang 2025 ditutup dengan capaian 6.412.769 unit. Angka tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januari–Desember tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, skutik berkontribusi sebesar 91,7 persen dari total permintaan sepeda motor baru. Sementara itu, motor jenis underbone menyumbang 4,46 persen, disusul tipe sport sebesar 3,51 persen. Adapun kontribusi sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen, menandakan adopsinya belum menjadi arus utama di pasar nasional. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang