Kondisi pasar kendaraan komersial pada 2025 tidak bergerak seragam. Sejumlah sektor yang selama ini menjadi penyerap terbesar truk justru mengalami tekanan, terutama industri tambang yang melemah akibat situasi global dan ketidakpastian geopolitik. Meski begitu, Mitsubishi Fuso tetap memiliki ruang bertahan berkat permintaan stabil dari sektor logistik. Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, mengatakan bahwa perusahaan logistik masih membutuhkan kendaraan baru untuk mendukung operasional mereka, sehingga kontribusinya tetap kuat. “Utamanya sih dari logistik company. Itu salah satu sektor bisnis yang memang stabil, bahkan cenderung menguat kontribusinya,” ujarnya di Surabaya, Rabu (10/12/2025). Pergerakan distribusi barang yang tidak bisa berhenti membuat kebutuhan truk dari sektor ini tetap terjaga. Aktivitas seperti pengiriman e-commerce, distribusi ritel, hingga dukungan pasokan manufaktur menjadi faktor yang mempertahankan permintaan. Kondisi ini berbeda dengan tambang yang mengalami koreksi cukup tajam. “Mining pasti turun. Karena mining itu kan selain tergantung global ekonomi, juga geopolitik,” kata Aji. Pelemahan sektor tambang ikut mengurangi pembelian truk berkapasitas besar, terutama di kelas heavy duty yang selama ini sangat bergantung pada aktivitas pertambangan. Kolaborasi Mitsubishi Fuso dan Bles memperkuat efisiensi distribusi bahan bangunan melalui armada andal dan layanan purnajual yang menyeluruh. Di sisi lain, beberapa sektor lain belum sepenuhnya pulih. Proyek infrastruktur berjalan terbatas, dan perkebunan, khususnya sawit, baru menunjukkan pemulihan pada pertengahan tahun setelah sempat terdampak El Nino. “Perkebunan, sawit ya maksud saya, sempat turun. Tapi pertengahan tahun ke sini trennya positif,” katanya. Dengan dinamika pasar yang tidak seimbang, dukungan dari sektor logistik menjadi faktor yang menjaga aktivitas penjualan Fuso sepanjang 2025. Kebutuhan distribusi antarkota hingga operasional di pelabuhan membuat beberapa model tetap diminati berkat kemampuan manuver dan efisiensi operasionalnya. Aji menyebut tantangan ke depan masih cukup besar apabila sektor-sektor utama tidak mengalami perubahan signifikan. Permintaan kendaraan niaga berpotensi bergerak stagnan tanpa adanya pemulihan dari sektor tambang atau tanpa dorongan proyek strategis. Namun, selama logistik tetap berjalan stabil, kontribusinya diperkirakan dapat menjaga ritme penjualan Fuso dalam waktu dekat. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang