BYD menegaskan skala dan keseriusannya dalam memimpin revolusi kendaraan listrik global melalui kehadiran BYD Zhengzhou Factory. Kawasan manufaktur terintegrasi ini bukan sekadar pabrik, melainkan simbol bagaimana teknologi, efisiensi, dan visi jangka panjang dirajut dalam satu ekosistem industri kendaraan energi baru (NEV). Berlokasi di Zhengzhou, kota strategis di Tiongkok yang dikenal sebagai salah satu dari delapan ibu kota kuno, pabrik ini berdiri di wilayah dengan denyut ekonomi yang sangat dinamis. Dengan populasi sekitar 14 juta jiwa, Zhengzhou juga menjelma menjadi salah satu pusat pengembangan NEV di China. Pabrik BYD di Zhengzhou, China Tercatat ada tujuh produsen kendaraan lengkap yang beroperasi di kawasan ini, dan kehadiran BYD menjadi motor penting yang mendorong kapasitas produksi NEV Zhengzhou melampaui 1,1 juta unit per tahun. BYD Zhengzhou Factory dirancang sebagai salah satu mega factory BYD yang menopang strategi global perusahaan. Sepanjang 2025, BYD mencatatkan total penjualan global mencapai 4,6 juta unit kendaraan energi baru. Angka ini menjadi bukti pertumbuhan berkelanjutan yang ditopang oleh penguatan teknologi dan ekspansi agresif ke berbagai pasar internasional. “Pertumbuhan penjualan global yang dicapai oleh BYD ini merupakan hasil dari strategi berkelanjutan kami dalam berinovasi pada teknologi dan memperkuat fondasi industri,” ujar Liu Xueliang, General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, dalam keterangan resmi (16/1/2026). “Pencapaian ini juga tercermin dari kinerja ekspor, di mana untuk pertama kalinya BYD berhasil mengekspor lebih dari satu juta unit kendaraan energi baru,” kata dia. Pabrik BYD di Zhengzhou, China Pembangunan pabrik ini dimulai sejak BYD memasuki kawasan industri Zhengzhou pada September 2021. Dalam waktu relatif singkat, fasilitas ini berhasil menghasilkan produk pertamanya dan resmi beroperasi penuh sebagai basis manufaktur strategis BYD di China. Dengan luas mencapai 10,67 juta meter persegi, kawasan ini berdiri di Zhengzhou Airport Economy Zone dan dirancang sebagai super factory dengan pendekatan industri terintegrasi. Di dalamnya tidak hanya terdapat lini perakitan kendaraan, tetapi juga rantai industri pendukung yang saling terhubung. Salah satu fasilitas ikoniknya adalah BYD All-Terrain Circuit seluas sekitar 198.700 meter persegi yang digunakan untuk pengujian kendaraan dalam berbagai skenario ekstrem, langsung berdampingan dengan area produksi. Skala besar tersebut memungkinkan BYD menggabungkan berbagai lini industri strategis dalam satu ekosistem. Selain memproduksi kendaraan penumpang NEV, kawasan ini juga mencakup Blade Battery Power Battery Park, New Materials Park, serta fasilitas produksi berbagai komponen inti kendaraan listrik. “Dalam proses ekspansi global ini, kontribusi pasar Indonesia tidak hanya mendorong pertumbuhan ekspor kami, tetapi yang lebih penting, juga menunjukkan kepada dunia dukungan kuat Indonesia terhadap pasar kendaraan energi baru,” ucap Liu Xueliang. Integrasi dari hulu hingga hilir ini membuat proses manufaktur, logistik, hingga pengendalian kualitas dapat dilakukan secara lebih efisien dan kompetitif dalam satu wilayah industri. Pendekatan tersebut menjadi fondasi penting bagi BYD untuk menjaga konsistensi kualitas sekaligus meningkatkan efisiensi biaya. Seluruh rantai proses industri dikendalikan dalam satu kawasan, meminimalisasi ketergantungan eksternal dan mempercepat proses inovasi teknologi. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang