Menatap persaingan ke depan, industri otomotif tanah air dihadapkan pada dinamika yang jauh lebih menantang. Sebagai pemimpin pasar, PT Astra Honda Motor (AHM) menyadari bahwa mempertahankan posisi puncak membutuhkan strategi yang tidak hanya berfokus pada inovasi internal, tetapi juga kejelian membaca situasi ekonomi makro. Dalam acara Berkampus Ria kolaborasi AHM dan Kompas.com di Unika Atma Jaya, Cisauk, Ahmad Muhibbuddin, General Manager Corporate Communication PT AHM membeberkan peta tantangan berat yang harus dihadapi pabrikan roda dua agar tetap eksis di masa depan. Honda Vario Evo 160 Insinyur Lokal Muhib menjelaskan bahwa tantangan dari sisi internal perusahaan adalah bagaimana terus mempertahankan dan meningkatkan daya saing (competitiveness) produk di tengah pasar yang semakin padat. Inovasi tidak boleh berhenti agar motor yang diproduksi tetap relevan dengan ekspektasi konsumen yang terus meninggi. "Makanya competitiveness kami melalui produk-produk menjadi salah satu challenge yang harus kita pertahankan. Kita improve agar tetap bisa menghasilkan produk-produk yang memiliki competitiveness yang lebih baik dibandingkan produk lain," ujar Muhib, Rabu (8/7/2026). Untuk memenangkan persaingan tersebut, AHM mengandalkan para insinyur lokal untuk merancang kendaraan. Muhib menegaskan bahwa hampir seluruh lini produk yang keluar dari pabrik AHM lahir dari buah pikiran anak bangsa yang menangkap langsung kebutuhan khas pengendara di Indonesia. Faktor Daya Beli Namun, memiliki modal produk yang kompetitif dan desain yang disukai konsumen rupanya belum menjadi jaminan mutlak bagi keberlangsungan industri otomotif. Muhib secara realistis memaparkan bahwa masa depan industri ini sangat bergantung pada faktor eksternal di luar kendali perusahaan, yakni pertumbuhan ekonomi nasional. Tantangan terbesar yang sesungguhnya berada pada kondisi daya beli masyarakat itu sendiri. Sektor otomotif sangat sensitif terhadap guncangan ekonomi yang langsung berdampak pada prioritas belanja konsumen. Ilustrasi jajaran motor Honda di diler Honda "Memang ke depan industri otomotif sangat challenging, apalagi ada faktor eksternal yang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan. Bagaimanapun sekompetitif apa pun produk kita, kalau daya beli masyarakat melemah, itu pasti produk kita tidak akan terserap," kata Muhib. Oleh karena itu, Muhib menegaskan bahwa ekosistem otomotif tidak bisa berjuang sendirian. Keberlangsungan jutaan piring nasi yang bergantung pada industri ini sangat membutuhkan dukungan stabilitas ekonomi nasional yang sehat agar daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik. "Karenanya tentu AHM tidak bisa berdiri sendiri. Selain tugas kami menjaga, mengembangkan daya saing, tapi kami juga sangat bergantung dengan faktor eksternal yang membuat kami bisa bertahan dan mengembangkan produk-produk di Indonesia," ucap dia.