Sebagai salah satu pendatang baru di segmen medium SUV, DFSK E5 Plus menawarkan kombinasi menarik antara teknologi plug-in hybrid (PHEV) dan kepraktisan harian. Makanya cocok untuk digunakan sehari-hari. Saya mendapatkan kesempatan untuk mengetes E5 Plus selama beberapa hari. Rasa berkendaranya punya karakter khas, baik digunakan mecet-macetan di jalan perkotaan sampai di jalan tol. Halus dan Senyap Ketika diajak membelah kemacetan perkotaan, kebanyakan menggunakan mode listrik murni karena persentase baterainya yang masih banyak. Apalagi kalau modenya dipilih ke Smart, konsumsi BBM bisa semakin ditekan. Mode listrik murni membuat saya merasakan sensasi berkendara yang senyap dan torsi instan, layaknya mobil listrik berbasis baterai (EV). Saat mesin menyala buat mengisi lagi baterai juga getarannya minim, seperti seamless saja kombinasi mesin bensin dan motor listriknya. Keandalan mode EV harian ini didukung oleh baterai berkapasitas 25 kWh. Daya tampung baterai yang terbilang jumbo di kelasnya tersebut sanggup memberikan daya jelajah murni yang diklaim hingga 140 km. Tenaga Instan dan Mode Berkendara Performa motor listriknya yang bertenaga 215 TK dengan torsi instan 330 Nm memberikan dorongan akselerasi yang responsif di berbagai kondisi jalan. Respons penyaluran tenaga ini dapat disesuaikan lewat tiga mode berkendara utama. DFSK E5 Plus Pada mode Eco dan Comfort, mobil memberikan penyaluran tenaga yang halus dan konsisten, sangat ideal untuk mengemudi santai. Sementara ketika memindahkan ke mode Sport, respons pedal gas menjadi jauh lebih sensitif dan bertenaga, tetapi tetap terasa mudah dikendalikan. Suspensi dan Catatan Pengendalian Memasuki sektor kenyamanan kaki-kaki, bantingan suspensi E5 Plus disetel dengan karakter yang cenderung empuk. Jadi terasa menyenangkan saat melintasi jalanan perkotaan yang rata dan mulus karena sanggup meredam permukaan jalan dengan baik. Meski demikian, ada catatan tersendiri saat SUV ini diajak melaju cepat di jalan tol atau melintasi kontur jalan bergelombang. Bantingan suspensinya yang empuk menimbulkan gejala body roll atau limbung yang cukup terasa saat pengemudi melakukan manuver perpindahan jalur secara cepat. Selain itu, radius putar mobil ini terbilang cukup lebar, sehingga lumayan merepotkan ketika harus manuver di jalan yang sempit atau putar balik. DFSK E5 Plus Fitur Bantuan Pindah Lajur Pengalaman berkendara makin praktis berkat dukungan paket keselamatan ADAS Level 2. Salah satu fitur yang sangat membantu di jalan bebas hambatan adalah Adaptive Cruise Control (ACC) yang sudah dilengkapi dengan bantuan perpindahan lajur otomatis (Automatic Lane Change Assistance). Pengemudi cukup mengaktifkan fitur ACC dan menyalakan lampu sein ke arah yang dituju, lalu sistem secara otomatis akan membantu mengarahkan mobil berpindah lajur dengan aman. Selain itu, kehadiran fitur Automated Parking Assist (APA) juga mempermudah pengemudi saat harus memarkirkan kendaraan secara otomatis di area parkir. DFSK E5 Plus Ergonomi Kabin dan Visibilitas Kenyamanan kabin dan posisi mengemudinya cukup ergonomis, mengingat bangku pengemudi yang bisa disetel secara elektrik dan setelan setir bisa tilt (naik-turun) dan telescopic (maju-mundur). Jadi mudah mencari yang paling pas. Terdapat catatan kecil pada sektor visibilitas pengemudi ke arah belakang. Ketika layar Rear Seat Entertainment (RSE) di plafon baris kedua diturunkan untuk hiburan penumpang, pandangan pengemudi melalui spion tengah menjadi tertutup. Hal ini memerlukan penyesuaian karena spion tengah masih cermin, bukan kamera. Untuk memantau area belakang, bisa pakai kamera 360 derajat di layar utama, meski secara otomatis dibatasi demi keselamatan saat kendaraan melaju di atas kecepatan tertentu.