Selain bisa membawa pengemudi merasakan sensasi berkendara layaknya mobil listrik murni melalui mode berkendara yang hanya mengandalkan daya dari baterai, DFSK E5 Plus juga punya fitur lain yang sangat membantu, yakni Vehicle-to-Load (V2L). Kehadiran teknologi V2L yang umum ditemui pada mobil-mobil listrik murni ini menjadi nilai tambah bagi E5 Plus karena dapat membantu pengendara saat membutuhkan daya untuk kegiatan di luar ruang. Pada dasarnya, fitur V2L berguna sebagai genset atau power bank berjalan. Teknologi ini memungkinkan mobil mengeluarkan output daya listrik sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagi energi ke beragam peranti elektronik ketika beraktivitas di luar ruang, layaknya berkemah dan lain sebagainya.   DFSK E5 Plus Jakarta-Bali Menurut Difi Driyana, Product Expert PT Sokonindo Automobile, fitur V2L pada DFSK E5 Plus memiliki daya maksimum sebesar 3,3 kW atau 3.300 Watt. "Secara teori, daya 3.300W dapat menyalakan hingga tiga rumah berdaya 900 W, dengan sisa kapasitas sekitar 600W. Atau dua rumah dengan kapasitas 1.300W. Rata-rata listrik rumah di Indonesia untuk rumah tangga menengah kapasitas 1.300W, V2L bisa menyuplai penerangan dan kebutuhan listrik pada saat terjadi kondisi darurat," ucap Difi kepada media di Banyuwangi, Rabu (23/9/2026). Pembuktian dan Fungsi Dalam sesi media journey DFSK E5 Plus dari Jakarta menuju Bali, redaksi berkesempatan untuk melakukan pengujian fungsi V2L untuk disalurkan ke perangkat kompor listrik untuk kegiatan memasak. DFSK E5 Plus Jakarta-Bali Melalui aktivitas tersebut, DFSK ingin menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi dapat memiliki peran yang lebih luas. Bukan sekadar membawa penumpang menuju destinasi, tetapi juga sumber energi untuk menciptakan pengalaman di sepanjang perjalanan. Para peserta ditantang untuk memanfaatkan sumber daya listrik dari E5 Plus untuk menyiapkan makanan instan hanya dalam waktu 15 menit. Hasilnya, fitur tersebut terbukti sangat berguna. Daya yang tersalurkan membuat proses memasak berlangsung tanpa membutuhkan waktu lama hingga makanan tersaji. V2L pada DFSK E5 Plus membuktikan bahwa energi yang tersimpan di dalam kendaraan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aktivitas di luar mobil. V2L DFSK E5 Plus Jakarta-Bali "Bagi kami, teknologi akan menjadi lebih berarti ketika dapat dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui V2L, E5 Plus tidak hanya membawa energi untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga sumber energi untuk berbagai aktivitas di perjalanan. Kami ingin menunjukkan bahwa ketika teknologi hadir secara tepat guna, sebuah perjalanan dapat menghadirkan lebih banyak pengalaman dan kemungkinan,” ujar Franz Wang, Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile. Cara Kerja Untuk menggunakan V2L pada DFSK E5 Plus, pertama pengendara wajib memarkirkan mobil terlebih dahulu dengan aman. Setelah itu, baru lanjutkan dengan proses pemasangan. Secara terpisah, menurut Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ichsan Aria Putra, setelah mematikan mobil dan terparkir di lokasi yang aman, pengguna tak perlu repot untuk mematikan kondisi baterai. "Setelah itu (terparkir), selanjutnya buka tutup charging di sebelah kanan, kemudian pasangkan adaptor V2L ke soket charging di bagian belakang, setelah itu nantinya secara otomatis akan ada pop-up V2L pada head unit di depan. Selanjutnya pengendara tinggal mengaktifkan saja untuk mengalirkan daya dari baterai ke perangkat elektronik," ujar Ichsan di Bali, Kamis (24/9/2026). V2L DFSK E5 Plus Lebih lanjut Ichsan menjelaskan, pengendara tak perlu khawatir soal kapasitas atau persentase baterai, karena untuk menggunakan V2L tidak ada syarat tertentu berapa baterai harus tersedia. "Cukup fleksibel proses penggunaannya, tidak repot. Baterai pun tak perlu khawatir, karena kalau dayanya lemah, maka mesin bisa melakukan pengisian langsung atau menjadi charging internal seperti menjadi genset untuk menyuplai ke baterai dan V2L tanpa perlu ke SPKLU dulu,"