Alva N3 jadi salah satu sepeda motor listrik yang dipertimbangkan untuk harian. Bukan cuma karena jarak tempuhnya yang memadai, tapi juga performanya terasa pas untuk kebutuhan komuter, terutama di kota besar seperti Jakarta. Untuk membuktikannya, saya sengaja menjajal Alva N3 lewat rute yang cukup menantang, dari Bogor menuju Palmerah, Jakarta Pusat. Total jaraknya sekitar 50 kilometer sekali jalan, sehingga perjalanan pulang-pergi mencapai kurang lebih 100 kilometer. Test ride motor listrik Alva N3 Sepanjang perjalanan, saya mengendarai motor ini dengan gaya normal. Tidak terlalu pelan, tapi juga tidak memaksakan ngebut. Mode berkendaranya pun saya ganti-ganti sesuai kebutuhan, mulai dari ECO saat lalu lintas padat, Urban untuk kondisi jalan yang lebih lancar, sampai Sport ketika butuh akselerasi lebih responsif. Saat pengujian, kondisi jalan Jakarta seperti biasa yang padat dan sering macet. Ini penting, karena motor listrik sering kali diuji dalam kondisi ideal, padahal realitanya pengguna sehari-hari justru lebih sering terjebak stop and go di tengah kota. Fasilitas Boost Charger milik Alva Dari Bogor, rute yang saya ambil melewati Jalan Raya Bogor, Cibinong, Margonda, hingga Tanjung Barat. Setelah itu motor dibawa ke Pancoran, Semanggi, dan akhirnya kembali tiba di Palmerah. Untuk rute pulangnya kurang lebih sama, hanya saja saya memilih jalur berbeda dari Palmerah lewat Permata Hijau, masuk Mayestik, Blok M, Kemang, Pejaten, hingga tembus Pasar Minggu. Dari sana perjalanan dilanjutkan lagi menuju Margonda, Jalan Raya Bogor, dan berakhir di sekitar Jalan Alternatif Sentul. Test ride motor listrik Alva N3 Hasilnya cukup meyakinkan. Alva N3 sanggup melewati rute Bogor–Jakarta–Bogor dengan baik. Baterai yang masing-masing berkapasitas 1,8 kWh dan total 3,6 kWh miliknya bahkan masih menyisakan sisa range di bawah 10 Km setelah perjalanan panjang tersebut. Pengisian daya dari kosong hingga penuh memakan waktu sekitar 5 sampai 6 jam. Menariknya, ketika baterai sudah mencapai 100 persen, sistem akan otomatis cut off, jadi tidak perlu khawatir overcharge. Nah, bagian yang paling menarik adalah perhitungan biaya listriknya. Saya pun penasaran, sebenarnya berapa ongkos perjalanan Bogor–Jakarta–Bogor menggunakan Alva N3? Test ride Alva N3 Jika memakai tarif listrik rumah tangga daya 2.200 VA sebesar Rp 1.445 per kWh, maka total biaya isi dua baterai (@ 1,8 kWh) hanya memakan biaya sekitar Rp 5.202. Artinya, untuk perjalanan pulang-pergi sejauh hampir 100 kilometer, saya hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp 5.000 sampai Rp 6.000 saja. Buat saya, angka ini jadi salah satu bukti bahwa motor listrik seperti Alva N3 memang menawarkan efisiensi luar biasa untuk mobilitas harian, terutama bagi pengguna yang rutin bepergian jarak menengah di area Jabodetabek. Test ride Alva N3 Secara keseluruhan, hasil jarak tempuh Alva N3 dalam pengujian ini memang belum sepenuhnya menyamai klaim pabrikan yang mencapai 140 km. Dalam perjalanan Bogor–Jakarta–Bogor sejauh hampir 100 km, baterai sudah berada di kisaran 0–10 persen, yang berarti estimasi jarak tempuh riilnya berada di bawah angka tersebut. Test ride motor listrik Alva N3 Namun, hal ini sebenarnya cukup wajar. Jarak tempuh motor listrik sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Dari gaya berkendara, penggunaan mode Sport, kondisi lalu lintas yang padat dan sering macet, hingga kontur jalan yang dilalui. Situasi stop and go di Jakarta, misalnya, jelas membuat konsumsi energi lebih tinggi dibandingkan perjalanan konstan di jalur lengang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang