Alva N3 merupakan motor listrik termurah dari jajaran Alva. Skuter listrik ini menarik perhatian karena menawarkan desain ringkas dan pengalaman berkendara yang ramah untuk mobilitas perkotaan. Dengan bodi yang ringkas dan kompak, sekilas Alva N3 memang mengingatkan saya pada Honda Vario. Test ride motor listrik Alva N3 Tapi begitu duduk di atasnya, sensasi berkendaranya terasa jauh berbeda, terutama karena ini adalah motor listrik yang karakter tenaganya lebih halus dan senyap. Posisi Duduk Posisi duduk di Alva N3 terasa cukup ramah untuk pemakaian harian. Setangnya dekat dengan badan dan mudah diraih, posisinya agak rendah, tapi masih nyaman untuk dipakai commuting di dalam kota. Test ride motor listrik Alva N3 Sebagai skutik listrik, ergonominya tidak bikin pegal cepat. Namun, ada catatan kecil soal ruang kaki. Dek tengahnya tidak terlalu lega, jadi kalau Anda tipe pengendara yang suka membawa barang di area dek, mungkin akan terasa kurang praktis. Test ride motor listrik Alva N3 Joknya punya tinggi 770 mm, dan untuk saya dengan tinggi sekitar 163 cm, masih cukup akomodatif. Meski begitu, kaki tetap sedikit jinjit saat berhenti. Artinya, buat pengendara yang lebih pendek, mungkin butuh sedikit adaptasi. Test ride motor listrik Alva N3 Sensasi menarik lain, motor ini terasa lincah saat dipakai harian. Radius putarnya sempit, bobotnya tidak terasa berat ketika sudah berjalan, dan ini membuatnya enak dipakai selap-selip di lalu lintas padat. Dibandingkan Alva Cervo yang tampil bongsor dan bertenaga besar, N3 jelas lebih mudah dijinakkan untuk kebutuhan sehari-hari. Test ride motor listrik Alva N3 Bobot Motor Meski begitu, bobot motor justru agak terasa saat kondisi mati. Ketika harus maju-mundur di parkiran atau mendorong motor, rasanya cukup menyulitkan. Ini salah satu hal yang mungkin tidak langsung terpikir, tapi akan terasa dalam penggunaan sehari-hari. Test ride motor listrik Alva N3 Saat motor mulai melaju, impresinya cukup menyenangkan. Akselerasinya halus dan hening, khas motor listrik. Respons putaran gasnya juga dibuat menyerupai motor konvensional, jadi terasa linear, tidak terlalu mengentak. Test ride motor listrik Alva N3 Buat pemula yang baru pindah dari motor bensin ke listrik, karakter seperti ini akan lebih mudah diterima. Suspensinya juga patut diapresiasi. Bantingannya empuk dan nyaman ketika melibas polisi tidur atau jalan rusak. Secara umum, pengendalian Alva N3 sudah mendekati skutik konvensional, jadi tidak terasa aneh atau kaku seperti beberapa motor listrik lain. Mode Berkendara Soal performa, Alva N3 punya tiga mode berkendara: Eco, Urban, dan Sport. Ditambah lagi ada mode Reverse atau mundur, dengan kecepatan sekitar 3 kpj. Fitur ini sangat membantu ketika harus keluar dari parkiran sempit. Mode Eco terasa paling santai. Akselerasinya lembut dan tidak mengagetkan, cocok untuk merayap di kemacetan. Tapi konsekuensinya, motor terasa lambat dan kecepatan maksimalnya hanya sekitar 40 kpj. Mode Urban jadi pilihan paling pas untuk harian. Respons gas lebih sigap dan kecepatan bisa melewati 60 kpj, cukup untuk jalanan kota. Sementara mode Sport mengeluarkan tenaga penuh. Namun, mode ini hanya bisa aktif jika baterai di atas 60 persen. Kalau sudah di bawah itu, Sport tidak bisa dipakai. Dalam mode ini, kecepatan maksimal bisa tembus 70 kpj. Secara spesifikasi, Alva N3 memakai motor Hub Drive dengan tenaga maksimal 4,5 kW atau setara 6 dk. Untuk motor listrik dengan harga mulai Rp 20 jutaan, performanya bisa dibilang biasa saja. Bahkan saat menghadapi tanjakan curam, responsnya terasa kurang jika hanya mengandalkan mode Eco. Kalau ingin menanjak dengan nyaman, pengendara harus pindah ke Urban atau Sport. Kalau nekat pakai Eco, ya harus ambil ancang-ancang dari jauh supaya motor tidak kehilangan tenaga. Pada akhirnya, Alva N3 adalah motor listrik yang nyaman, halus, dan praktis untuk penggunaan kota. Lincah, ergonominya ramah, suspensinya empuk, tapi performanya memang bukan yang paling bertenaga, terutama untuk kondisi tanjakan. Cocok buat yang cari motor listrik simpel untuk mobilitas harian, bukan untuk gaya berkendara agresif. Kesimpulan Plus: desain ringkas dan ergonomis, handling lincah, suspensi empuk dan nyaman Minus: ruang dek depan kurang luas, layar instrumen kurang jelas pada siang hari, performa kurang bertenaga di tanjakan KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang