Alva N3 menjadi pintu masuk termurah dari lini motor listrik Alva, namun bukan berarti hadir dengan kualitas seadanya. Meski menyandang status sebagai model paling terjangkau, skutik listrik ini tetap menawarkan desain dan kepraktisan yang membuatnya layak dilirik, terutama untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan. Secara tampilan, Alva N3 terasa lebih familier dibandingkan motor listrik murah lainnya. Dimensi dan desain ergonominya identik dengan motor konvensional. Test ride Alva N3 Desain Berbeda Menurut saya, skuter ini tidak mengambil pendekatan aman seperti kebanyakan produk yang kini cenderung bermain di garis bodi bulat atau ramping. Justru, N3 tampil dengan karakter yang lebih nyentrik dan futuristis. Banyak tarikan garis pada bodinya yang terasa tidak tertebak, dengan lekukan tajam yang membuat tampilannya mencolok di jalan. Test ride Alva N3 Desain seperti ini seolah menegaskan bahwa N3 ingin hadir sebagai motor listrik yang punya identitas kuat. Berbeda! Alva N3 memang punya desain yang cukup berani dibanding motor listrik kebanyakan. Bagian depan hingga sisi bodi terlihat tegas, dengan permainan sudut yang membuat motor ini tampak modern dan agresif. Meski tampil mencolok, bagian belakangnya justru tetap dijaga agar tidak terlalu ramai. Cipratan air saat hujan deras naik hingga bagian bodi belakang. Alva memilih pendekatan clean-look pada area sepatbor belakang, tanpa ornamen berlebihan. Cipratan Air Tapi sayang, dari pengalaman dipakai beberapa hari di Jakarta dan sekitarnya, desain seperti ini punya kekurangan saat dipakai harian, terutama saat kondisi cuaca hujan. Dalam beberapa kondisi, cipratan air bisa naik sampai jok belakang. Bikin pembonceng harus rela celana atau punggungnya kotor saat menerjang hujan deras. Test ride Alva N3 Selain soal desain, Alva N3 juga menawarkan aspek kepraktisan yang masih relevan untuk penggunaan sehari-hari. Bagasi di bawah jok masih cukup fungsional untuk kebutuhan dasar. Saya bisa menyimpan jas hujan atau barang-barang berdimensi tipis. Test ride Alva N3 Tapi memang ukurannya tidak seluas skutik murah yang ada di pasaran. Karena ada baterai, bagasi mustahil diisi helm. Test ride Alva N3 Buat penggantianya, disediakan dua buah gantungan di bawah jok. Kepraktisan lain yang ditawarkan Alva ialah kompartemen fungsional di bagian depan, dekat area setang atau panel dek. Ruang kecil ini bisa saya manfaatkan untuk menyimpan barang-barang kecil dan ringan seperti kunci, tumbler, atau benda lain yang ingin cepat dijangkau. Sayangnya, kompartemen ini tidak memiliki tutup untuk menambah keamanan atau sekadar menjaga barang dari cuaca. Menariknya, Alva juga menawarkan beberapa skema harga yang membuat N3 semakin fleksibel untuk konsumen. Untuk versi dengan dua baterai, Alva N3 dipasarkan seharga Rp 35,5 juta. Sementara opsi satu baterai dibanderol lebih terjangkau, yakni Rp 28,5 juta. Bagi konsumen yang ingin menekan biaya awal pembelian, tersedia pula opsi sewa baterai. Dalam skema ini, harga motor Alva N3 bisa ditebus mulai Rp 20,5 juta (untuk paket dua baterai), dengan biaya sewa baterai Rp 250.000 per bulan. Pilihan ini membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang ingin beralih ke motor listrik tanpa harus langsung mengeluarkan dana besar di awal. Kesimpulan Plus: desain nyentrik, garis-garis bodi agresif modern, ruang penyimpanan cukup buat kebutuhan dasar, skema harga fleksibel Minus: bagasi tidak sebesar skutik konvensional, kompartemen depan tanpa penutup, desain belakang rawan cipratan air dari roda KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang