Alva N3 jadi salah satu motor listrik yang cukup menarik perhatian saya, terutama karena posisinya sebagai model paling ekonomis di lini Alva. Tapi justru itu yang bikin penasaran, apakah motor listrik entry level seperti ini hanya sekadar murah, atau memang punya fitur yang benar-benar bisa dipakai harian? Setelah saya coba dan lihat lebih dekat, Alva N3 ternyata tidak datang sebagai motor listrik “seadanya”. Fitur-fitur yang dibawa memang tidak mewah banget, tapi cukup relevan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Test ride motor listrik Alva N3 Hal pertama yang langsung saya soroti adalah sektor baterainya. Alva N3 menawarkan opsi satu baterai atau dua baterai. Masing-masing baterai punya kapasitas 72 V 25 Ah atau setara 1,8 kWh. Kalau pakai dua baterai, jarak tempuh yang diklaim bisa sampai 140 kilometer. Sementara versi satu baterai ada di angka sekitar 70 kilometer. Tapi dalam kondisi nyata di lapangan, dua baterai Alva N3 hanya sanggup membawa motor listrik ini hingga jarak 110-120 Km saja. Fasilitas Boost Charger milik Alva Sebagai informasi, motor diajak berkeliling dari Bogor ke Jakarta dan kembali ke Bogor. Situasi lalu lintas kombinasi antara macet dan lancar, dengan satu penumpang. Buat saya, opsi ini menarik karena konsumen bisa menyesuaikan kebutuhan. Kalau pemakaian cuma dalam kota dan jaraknya pendek, satu baterai sebenarnya sudah cukup. Tapi kalau butuh fleksibilitas lebih, dua baterai jelas jadi pilihan lebih aman. Salah satu fitur yang menurut saya jadi nilai jual utama adalah Boost Charge. Alva mengklaim pengisian daya dari 10 persen ke 50 persen bisa kurang dari 30 menit. Test ride motor listrik Alva N3 Buat pengguna motor listrik, fitur fast charging seperti ini penting banget, karena waktu tunggu pengisian baterai sering jadi kekhawatiran utama. Setidaknya, dengan Boost Charge, saya merasa motor ini lebih realistis dipakai harian, bukan cuma sekadar pajangan teknologi. Hal menarik lain adalah konektivitas aplikasi My ALVA. Motor ini bisa terhubung ke smartphone untuk memantau status baterai, lokasi kendaraan, sampai statistik berkendara. Test ride Alva N3 Bahkan ada Intelligent Charging System (AICS) yang memungkinkan pengaturan daya pengisian lewat aplikasi. Buat saya, ini jadi sentuhan modern yang bikin N3 terasa seperti motor listrik yang masuk ke ekosistem digital, bukan motor biasa yang cuma pindah dari bensin ke listrik. Dari sisi keamanan, Alva N3 sudah dibekali keyless, alarm, buzzer, dan Combined Braking System (CBS). Khusus fitur alarm-nya terasa sangat sensitif, saat motor tersenggol sedikit sudah bunyi. Test ride motor listrik Alva N3 Sementara itu, rem depan dan belakang juga sudah cakram, jadi rasa pengeremannya cukup meyakinkan. Suspensinya teleskopik di depan dan sokbreker ganda belakang. Untuk penggunaan dalam kota, ini sudah cukup nyaman. Saya juga mengapresiasi sektor pencahayaan. Lampu depan dan belakang sudah full LED, lengkap dengan DRL dan hazard. Selain itu, ada juga sensor standar samping, fitur kecil tapi penting untuk mencegah motor berjalan saat standar belum terangkat. Test ride Alva N3 Dari sisi kepraktisan, Alva N3 juga lumayan fungsional. Deknya rata, posisi duduk nyaman, dan ada kompartemen depan yang cukup untuk barang kecil seperti botol minum atau benda kecil lainnya. Sementara ruang bagasi di bawah jok memang tersedia, tapi enggak terlalu luas, hanya cukup untuk jas hujan dan beberapa benda lainnya. Alva juga menyediakan dual port USB, Type A dan Type C, jadi saya bisa mengisi daya gadget langsung saat berkendara. Test ride motor listrik Alva N3 Namun tentu tidak ada motor yang sempurna. Ada beberapa catatan yang saya rasakan. Pertama, layar instrumen LCD kurang jelas terlihat saat siang hari di bawah terik matahari. Kedua, motor ini belum punya fitur regenerative braking. Memang ada sensasi engine brake ringan ketika gas dilepas, tapi tidak sekuat sistem regenerative di motor listrik lain. Yang agak mengganggu, desain saklar-saklarnya terasa sedikit ketinggalan zaman. Contohnya saklar lampu sein yang tidak otomatis kembali ke tengah, jadi saya beberapa kali hampir lupa mematikannya. Test ride motor listrik Alva N3 Pada akhirnya, Alva N3 menurut saya menawarkan paket fitur yang “cukup”. Tidak terlalu lengkap, tapi juga tidak minim. Dengan baterai fleksibel, Boost Charge, konektivitas aplikasi, serta fitur-fitur praktis untuk harian, motor ini jadi opsi menarik buat konsumen yang ingin mulai beralih ke motor listrik tanpa harus keluar dana besar. Test ride Alva N3 Kesimpulan Plus: fitur boost charge, opsi baterai fleksibel, fitur keamanan cukup lengkap Minus: layar instrumen LCD kurang jelas saat siang hari, belum ada fitur regenerative brake, desain saklar ketinggalan zaman. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang